oleh

Kenal Dekat Prodi di Unhas Melalui Seri Red Campus Talk

FAJARKORAN.CO.ID, MAKASSAR –- Direktorat Komunikasi Universitas Hasanuddin menghadirkan Seri Red Campus Talk. Program ini merupakan upaya memperkenalkan seluk-beluk program studi pada jenjang strata satu yang ada di Unhas.  Saat ini, Unhas memiliki 67 program studi strata satu, dan 2 program studi vokasi atau sarjana terapan.

Kepala Subdit Hubungan Masyarakat (Humas) dan Informasi Unhas,  Ishaq Rahman, dalam rilisnya, Senin (1/3/2021) mengatakan, sekarang ini berlangsung Red Campus Talk edisi perdana, yang mengangkat tema “Apa Sih Smart Farming dan Food Science Itu? : Seputar Prodi Keteknikan Pertanian dan Prodi Teknologi Pangan Unhas”. Program ini berlangsung pukul 16.00 Wita secara live melalui akun instagram @hasanuddin_univ.

Hadir sebagai narasumber, yakni Dr. Ir. Iqbal Salim, STP., M.Si., (Ketua Prodi Keteknikan Pertanian) dan Februadi Bastian, STP., M.Si., Ph.D., (Ketua Prodi Teknologi Pangan).

Dr. Iqbal menjelaskan, Prodi Keteknikan Pertanian merupakan salah satu prodi di bawah naungan Fakultas Pertanian Unhas dengan fokus pembelajaran pada penerapan dasar-dasar teknik yang memanfaatkan penggunaan teknologi modern dalam bidang pertanian.

Menurut Iqbal, cakupan ilmu yang dipelajari, serta prospek karier bagi lulusan. Prodi Keteknikan Pertanian didukung sarana dan prasarana penunjang akademik yang terstandarisasi, dan telah mendapatkan pengakuan internasional yakni AUN-QA.

“Kita ingin menghasilkan lulusan yang mandiri, mampu melihat peluang dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Di prodi ini, mahasiswa ditunjang dengan sarana pembelajaran memadai dengan dosen berkualitas. Tidak hanya itu, juga banyak inovasi dosen, kita banyak menjalin kemitraan,” jelas Iqbal.

Sementara itu, Kaprodi Teknologi Pangan, Februadi Bastian, Ph.D memaparkan ciri dan keunggulan prodi ini.  Fokus pembelajaran terletak pada kajian pascapanen, di mana para lulusannya berperan menghasilkan produk olahan untuk mempertahankan hasil panen jangka panjang.

Februadi menuturkan, berdasarkan hasil tracer studi, 66% alumni mudah diserap pada lapangan pekerjaan dengan masa tunggu kurang lebih 6 bulan. Hal ini menunjukkan bahwa peluang karir lulusan sangat besar dengan dukungan fasilitas memadai dan juga telah memperoleh pengakuan internasional ASIIN.

News Feed