by

Unhas Kukuhkan Dua Guru Besar Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan

FAJARKORAN.CO.ID, MAKASSAR –- Universitas Hasanuddin (Unhas) menyelenggarakan Rapat Paripurna Senat Akademik dalam rangka upacara Penerimaan Jabatan Professor dalam bidang Ilmu Kelautan dan Perikanan, Ruang Senat Akademik Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Selasa (2/03/2021) dengan tetap menerapkan pencegahan Covid-19 yang ketat, serta disiarkan live melalui YouTube Senat Akademik.

Prosesi pengukuhan dihadiri Rektor Unhas, para Wakil Rektor, Sekretaris Universitas, Ketua, Sekretaris dan Anggota Senat Akademik, Dewan Professor, Majelis Wali Amanat, serta tamu undangan terbatas dari keluarga profesor yang dikukuhkan.

Adapun kedua guru besar yang dikukuhkan, masing-masing Prof. Dr. Ir. Hilal Anshary, M.Sc., sebagai guru besar ke-415 bidang ilmu Parasit dan Penyakit Ikan dan Prof. Dr. Ir. H. Zainuddin, M.Si., sebagai guru besar ke-416 bidang ilmu Biokimia Nutrisi Ikan.

Rektor Unhas Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA., menyampaikan apresiasi atas bertambahnya dua guru besar FIKP Unhas. Menurutnya, bertambahnya guru besar maka harapan Unhas kepada FIKP juga lebih besar. Apalagi, dua bidang keahlian ini sangat diperlukan dalam mendukung kinerja Unhas dalam rangka mewujudkan Sains Techno Park.

“Hadirnya Sains Techno Park Unhas diharapkan bisa membuka jalan lebih luas dalam proses hilirisasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, khususnya bidang kelautan. Unhas sudah memiliki marine station dan tambak, sekarang tinggal perlu sentuhan nyata para ahli untuk melakukan pengembangan,” jelas Prof Dwia.

Lebih lanjut, Prof Dwia, penambahan guru besar maka diharapkan ilmu pengetahuan meningkat dengan pendekatan yang lebih bijak. Era pandemi yang dihadapi memiliki segala bentuk hikmah untuk ilmu pengetahuan. Olehnya itu, para pakar Unhas bisa memberikan sumbangan nyata misal dalam membangun sektor kelautan berkelanjutan.

Pada kesempatan ini, masing-masing professor yang dikukuhkan menyampaikan pidato pengukuhannya. Prof. Dr. Ir. Hilal Anshary, M.Sc., yang lahir di Pangkajene Kepulauan pada 12 Oktober 1967, menyampaikan pidatonya mengenai “Dampak Infeksi Patogen Terhadap Perkembangan Industri Akuakultur di Indonesia dan Upaya Penanggulangannya”.

Akuakultur merupakan proses pemeliharaan ikan pada wadah atau kolam terkontrol yang pada awalnya hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan. Prof Hilal menjelaskan, produksi perikanan dari industri akuakultur memperlihatkan trend pertumbuhan yang meningkat sepanjang tahun. Saat ini, diperkirakan bahwa akuakultur berkontribusi sekitar 44% dari suplai produksi perikanan dunia.

News Feed