by

Keturunan Puatta La Patau dari Seluruh Dunia Agendakan Pertemuan Akbar

koran.fajar.co.id, MAKASSAR –- Para keturunan Paduka Yang Mulia (PYM) Puatta La Patau Matanna Tikka Raja Bone XVI dari seluruh dunia akan bertemu dalam format reuni keluarga tahun ini.

Andi Bau Irman Mappanyukki

Kegiatan itu bertajuk Pertemuan Akbar Sedunia Wijanna Puatta La Patau Matanna Tikka Sultan Alimuddin Idris Matinroe ri Naga Uleng Mangkau (Raja) Bone XVI. Kegiatan puncak dijadwalkan berlangsung pada bulan Agustus 2021 mendatang.

Andi Muhammad Sapri Pamulu

Humas panitia, Andi Fahry Makkasau menjelaskan, panitia pelaksana telah terbentuk. Terdiri atas perwakilan rumpun keturunan Puatta La Patau dari berbagai daerah. “Konferensi pers bahkan sudah disiapkan. Insya Allah, 11 Maret 2021,” ujarnya, Selasa, 9 Maret 2021. 

Menurutnya, konferensi pers akan dilakukan di Fort Rotterdam. Ketua panitia, Andi Bau Irman Mappanyukki akan tampil memberi penjelasan kepada awak media. Bersama Andi Kumala Idjo (Plt Raja Gowa) dan Andi Baso Hamid (Pemangku Adat Kerajaan Bone).

Andi Muhammad Sapri Pamulu, wakil ketua panitia menambahkan, PYM Puatta La Patau Matanna Tikka Raja Bone XVI yang dikenal dengan gelar anumerta Matinroe ri Naga Uleng ini adalah seorang raja besar yang menjadi simpul leluhur dari hampir semua kaum bangsawan Bugis Makassar yang kini menyebar di seluruh dunia.

La Patau lahir pada tanggal 03 November 1672 dan wafat pada tanggal 16 September 1714 adalah Raja Bone yang menjabat pada tahun 1696-1714. Nama panjang La Patau adalah La Patau Matanna Tikka, Sultan Alimuddin Idris, Walinonoe To Tenribali Malae Sanrang, Matinroe ri Nagauleng.

Anak cucu keturunan Puatta La Patau terdiri atas berbagai kalangan maupun profesi. Antara lain yang sekarang terkenal adalah Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukkan dan Kasdam XIV Hasanuddin Brigjen TNI Andi Muhammad, mantan Mentan Andi Amran Sulaiman, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, sejumlah bupati/wali kota dan wakil bupati/wakil wali kota termasuk Bupati Bone sekarang ini.

“Potensi besar keluarga inilah yang ingin direkatkan kembali. Agar satu dengan yang lain sesama keturunan Puwatta La Patau dapat terus terjalin silaturahmi dan hubungan kekeluargaan,” tambah Sekretaris Panitia, Andi Dahrul.

News Feed