by

PTTUN Tolak Gugatan Mantan Dekan FKM, Rektor UMI Bebas dari Tuntutan

koran.fajar.co.id, MAKASSAR  — Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Makassar menolak gugatan mantan Dekan Fakultas Kesehatan Makassar (FKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI), Sudirman teradap Rektor UMI, Prof Basri Modding.

Sudirman mengajukan gugatan perdata dengan materi gugatan menuntut ganti kerugian atas Surat Keputusan Rektor UMI tentang penjatuhan skorsing terhadap dirinya.

Ketua Tim Hukum Rektor UMI, Prof Sufirman Rahman, yang dikonfirmasi di Gedung Pascasarjana UMI, Rabu (10/2/2021)  mengatakan, pihaknya tidak lagi mengajukan upaya hukum atas kasus gugatan Sudirman lantaran sudah menang di PTTUN. Namun, hasil putusan di PTTUN tidak ditindaklanjuti penggugat. Sesuai mekanisme 14 hari untuk melakukan kasasi atau banding.

“Jadi, perkara perdata dinyatakan berkekuatan hukum tetap. Artinya, Pak Rektor bebas dari gugatan mantan dekan FKM,” ungkap Sufirman.

 Sudirman melakukan upaya hukum lain di Pengadilan Negeri (PN) Makassar dengan nomor perkara 242 tahun 2020 sejak September. Padahal, saat bersamaan proses hukum bergulir di PTTUN.

“Putusan PN Makassar keluar secara online bahwa gugatan Sudirman ditolak seluruhnya sejak 9 Maret 2021,” terang Sufirman.

Menurut Prof. Sufirman, gugatan Sudirman di PTTUN Makassar terkait tuntutan Rp71,4 miliar lantaran sebagai ganti rugi sebab Rektor UMI memberikan sanksi skorsing. Aka tetapi gugatan tersebut ditolak dengan pertimbangan penggugat tidak berhasil memberikan dalil bukti gugatan. “Penggugat juga dihukum biaya perkara yang timbul selama perkara berjalan,” katanya.

Prof Sufirman juga menyampaikan, Rektor UMI membuka pintu damai ke penggugat. Namun, mantan Dekan FKM ini harus menunjukkan itikad baik tidak sekadar minta maaf.

“Pak Rektor saya kira orang bijak. Beliau masih membuka pintu damai. Hasil audit itu dikembalikan maka urusan ini bisa selesai,” jelas Sufirman.

Diketahui, Badan Pengawas Yayasan Wakaf UMI telah mengaudit eks Dekan FKM. Hasilnya, ditemukan ada aliran dana dengan total Rp1,3 miliar tidak sesuai alias penggelepan dana. Atas dasar itu, Rektor UMI memecat Sudirman dari kursi Dekan FKM.

Rektor UMI, Prof Basri Modding menyerahkan persoalan ini kepada tim hukum. Namun, ia sebenarnya tidak ingin masalah seperti ini berlarut-larut. “Kita ingin yang terbaik demi nama institusi,” pungkasnya. (wis/fajar)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed