by

Tak Bayar Denda Tilang Eletronik, Pajak Kendaraan Diblokir

koran.fajar.co.id, MAKASSAR –- Pelanggar lalu lintas tidak akan bisa lolos dari Penindakan Langsung (Tilang) elektronik. Tak mau bayar denda pelanggaran, pajak kendaraan akan diblokir.

Kepala Sub Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas (Kasubdit Gakkum Ditlantas) Polda Sulsel, AKBP Andiko Wicaksono mengatakan, setiap pelanggar lalu lintas elektronik akan diberikan waktu 15 hari untuk menyelesaikan denda pelanggaran. Tiga hari untuk proses pengiriman surat konfirmasi pelanggaran ke rumah pelanggar melalui kerja sama PT POS Indonesia.

Lima hari waktu diberikan pelanggar untuk datang mengkonfirmasi ke posko ETLE di Satlantas Polretabes Makassar.  Kemudian tujuh hari waktu diberikan untuk menyelesaikan denda melalui layanan aplikasi Bank BRI.

“Jika dalam waktu itu tidak menyelesaikan maka pajak kendaraan langsung diblokir. Bisa urus tapi harus selesaikan dahulu,” kata AKBP Andiko kepada FAJAR, di kantor Ditlantas Polda Sulsel, baru-baru ini.

Tahap awal, ETLE ini akan fokus untuk penindakan pelanggar tidak menggunakan sabuk pengaman, pelanggar markah jalan, menerobos traffic light, dan main handphone saat berkendara.  Terkait dengan sabuk pengaman ini, Andiko berharap semua pengendara roda empat bisa melengkapinya. “Karena jika tidak memakai sabuk pengaman, maka dendanya cukup besar. Maksimal Rp250 ribu,” terangnya.

Begitupun pihak yang suka memainkan handphone di kendaraan.  Terutama ojek online (Ojol). Meskipun itu menjadi kebutuhan ojol, namun diharapkan untuk menepi dahulu saat menerima orderan.

Pihak Ditlantas pun mengakui sistem ini tidak akan langsung berjalan mulus. Sehingga setelah ETLE ini dilaunching 23 Maret, maka akan ada tahap sosialisasi dahulu.

“Mungkin satu bulan. Tapi itu belum fix. Tetapi masih menunggu aturan atau petunjuk pusat terkait jangka waktu sosialisasinya karena itu akan dilaksankan serentak,” kata Andiko.

Sehingga selama tahap sosialisasi, para pelanggar hanya sekadar akan dikirimkan surat teguran saja. Dengan memperlihatkan gambar pelanggaran.

AKBP Andiko menjelaskan, saat ini sudah ada 8 personel yang disiapkan khusus untuk memonitor ETLE ini di ruang Command Center. Mereka bekerja 24 jam secara bergantian.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed