by

Pertalite Harga Premium

koran.fajar.co.id, MAKASSAR — Pengendara di sejumlah daerah menikmati BBM jenis Pertalite dengan harga Premium. Pertamina juga akan menerapkan program ini di Makassar.

HANYA saja, konsumsi premium di Kota Makassar masih sangat tinggi. Daerah lain, perlahan mulai beralih ke bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite. Data Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) VII Sulawesi, konsumsi BBM gasoline di Makassar hingga periode 4 Maret 2021 ini sebanyak 658 kiloliter (KL). Didominasi penggunaan Premium sekitar 70 persen, Pertalite 24 persen, Pertamax 5 persen, dan Pertamax Turbo 1 persen. Konsumsi Premium yang mencapai 70 persen tidak jauh beda pada 2020 lalu. Rerata konsumsi BBM gasoline mencapai 669 KL per hari. “Konsumsi Premium di Makassar paling tinggi. Berbeda daerah lainnya yang cenderung beralih menggunakan Pertalite,” kata Senior Supervisor Communication dan Relations Pertamina MOR VII, Taufiq Kurniawan, Kamis, 18 Maret. Masih dari sumber data yang sama, konsumsi Premium di Manado turun dari 38 persen pada 2020 menjadi 24 persen tahun ini. Lalu di Kendari dari 32 persen tahun lalu menjadi 27 persen. Kemudian di Palu pada 2020 sebesar 25 persen menjadi 15 persen. Selanjutnya Mamuju dari 56 persen menjadi 45 persen saja tahun ini.

Langit Biru

Pertamina berinisiasi menerapkan Program Langit Biru (PLB). Program ini sebagai upaya mengedukasi masyarakat lebih menggunakan BBM berkualitas, sebagai upaya penekanan polusi udara. PLB ini berlaku untuk konsumen kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga, angkutan umum, dan taksi berpelat kuning. Konsumen dapat menikmati program Pertalite harga khusus, yaitu pembelian Pertalite seharga Premium Rp6.450 per liter. Harga normal Pertalite Rp7.650 per liter. “Program ini sifatnya temporer saja seperti yang sudah dilakukan di Kendari, Gorontalo, dan Manado. Sifatnya apresiasi karena konsumsi premiumnya sudah sekitar 30 persen saja,” jelas Taufiq. Sementara di Makassar, Pertamina juga berencana untuk menerapkannya. Beredar kabar, akan diterapkan pada 21 Maret mendatang. Akan tetapi, kata Taufiq, info tersebut belum pasti. Sebab, konsumsi Premium di Makassar masih cukup tinggi. “Tapi kalau fix, biasanya kita infokan H-1. Cuma sampai saat ini belum ada kepastian pemberlakuan,” bebernya, kemarin. “Potongan harga itu juga secara bertahap. Tidak terus menerus. Tujuan utamanya adalah memberikan pengalaman masyarakat untuk beralih ke bahan bakar yang lebih berkualitas,” paparnya. PLB itu pun, lanjut Taufiq, akan berlaku di sebagian SPBU saja. Seperti daerah lainnya, diterapkan di tengah kota. SPBU sudah tidak menjual Premium lagi. “Kalau di tengah kota, masyarakat rata-rata sudah menggunakan Pertalite. Lainnya masih jual premium dan pertalite harga normal,” pungkasnya. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) VII Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Sulawesi, M. Hasbidin HS menerangkan, PLB tahap awal akan diterapkan di Makassar. Perencanaan nantinya hanya sebagian kecil saja SPBU yang tetap menjual Premium. “Dari 51 SPBU di Makassar kemungkinan hanya 3 yang masih menjual Premium,” bebernya. Lainnya ada yang menjual Pertalite harga normal, juga ada SPBU tertentu yang menjual Pertalite dengan harga Premium. “Kami Hiswana migas cukup mengikuti regulasi pemerintah. Kalau premium nantinya hilang, SPBU menjual BBM NPSO,” imbuhnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed