by

Unhas Perkenalkan Aplikasi Pendataan Potensi Desa kepada Pemkab Sidrap

koran.fajar.co.id, MAKASSAR  — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin menyelenggarakan sosialisasi Aplikasi Pendataan Potensi Desa Berbasis Geospasial kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidenreng Rappang (Sidrap).

Kegiatan yang terlaksana berkat kerja sama Unhas dan pemerintah setempat telah berlangsung pada Selasa (9/3/2021) lalu, di Gedung LPPM Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar.

Kepala Pusat Penelitian dan Penelitian (Puslitbang) Laut, Pesisir, dan Pulau-pulau Kecil LPPM Unhas, Dr. Nurjannah Nurdin, ST, melalui wawancara, Jumat (19/3/2021) menjelaskan, kegiatan sosialisasi menghadirkan seluruh Kepala Desa dan Camat se-Kabupaten Sidrap.

“Idenya adalah pembangunan harus dimulai dari level paling kecil, yaitu desa. Dalam proses pembangunan, peranan perencanaan sangat strategis, di mana dibutuhkan ketersediaan data akurat, presisi, dan bersifat mikro,” jelas Nurjannah.

Menurutnya, data presisi juga harus dimulai dari desa. Data dalam dokumen dan tabular tidak mampu memberi ruang terhadap sifat data yang dinamis. Sehingga, teknologi geospasial mampu menyajikan data dan informasi desa, di mana setiap data yang tersaji selalu diikat dengan lokasi.

“Dalam rangka pengelolaan sumberdaya alam di desa, memerlukan data dan informasi geospasial untuk menunjukkan lokasi dan sebaran potensinya,” ungkap Nurjannah.

Dikatakan, melalui hilirisasi ilmu pengetahuan dan teknologi geospasial serta inovasi, LPPM Unhas kemudian berperan aktif, salah satunya dengan terjun langsung ke beberapa desa, di antaranya Pulau Sebatik pada perbatasan wilayah Indonesia dan Malaysia, Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Pinrang untuk membantu mengidentifikasi dan menganalisis potensi desa.

“Untuk mempermudah dalam mengkomunikasikannya kepada masyarakat, pengguna atau pihak-pihak yang berkepentingan lainnya, maka potensi desa harusnya dapat digambarkan atau dipetakan penyebarannya. LPPM Unhas melakukan kegiatan seperti ini untuk membantu daerah mengenal dan mengembangkan potensinya melalui teknologi geospasial,” terang Nurjannah.

Pemetaan potensi desa dimaksudkan untuk menggambarkan secara mikro kondisi dan potensi, membangun big data dari desa, menyediakan data akurat untuk kepentingan pemda tingkat kabupaten, lembaga dan kementerian dalam realisasi program serta menjadi umpan bagi investor dalam dan luar negeri berinvestasi di desa. (rls/fajar)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed