oleh

Emak-emak Tingkatkan Imun Melalui Silaturahmi

koran.fajar.co.id, MAKASSAR –- Meski masa pandemi, silaturahmi beberapa orang tak mau terputus. Salah satunya  bagi Komunitas ibu-ibu Sosialita di Makassar, Moms Gammarak. Silaturahmi dianggap sebagai cara menaikkan imun. Hal ini terungkap, dalam pertemuan komunitas emak-emak, di Hotel The Rinra, Senin (22/3/2021).

Mereka tak sekadar menjadikan komunitasnya wadah perkumpulan, namun juga sebagai tempat sharing dan melakukan hal positif. Di komunitas ini mereka jadikan sebagai keluarga kedua. Membahas mulai dari kegiatan sosial, sharing mengenai bisnis hingga trend terbaru juga menjadi salah satu perbincangan.

Salah satu anggotanya yang berprofesi sebagai pengusaha minyak, Yolanda mengatakan, selain perkumpulan yang di bentuk untuk bersosialisasi dan arisan, mereka juga giat membahas trend, dan saling bantu dalam bisnis.

“Usia tidak menjadi suatu penghalang. Kami ingin tetap eksis dan melibatkan diri dalam berbagai kegiatan. Apalagi dalam hal menerjunkan diri di setiap kegiatan sosial dan kemanusiaan. Hal ini menjadi visi kami, saling rangkul bagi yang membutuhkan,” terang Yola, panggilan akrab Yolanda, sembari menyebut, di balik kesibukan profesi masing-masing, ada satu hari dalam sebulan yang digunakan untuk pertemuan.

Ketua Komunitas Moms Gammara, Nurhayati mengatakan, komunitasnya telah terbentuk sejak 10 tahun lalu. Berawal dari bertemu ditempat Gym, satu frekuensi, dan akhirnya nongkrong bareng dan membentuklah komunitas.

“Kami punya program umroh bersama yang seharusnya sudah terlaksana Februari ini, tetapi karena pandemi jadi dipending dulu,” ungkap Nurhayati.

Menurut Nurhayati, agar perkumpulan ini tidak menjenuhkan,  mereka juga kadang kala olahraga bersama.

Sementara itu, salah seorang anggota Moms Gammara, Merpawati mengakui, ia saat ini kerja di Kendari. Tetapi setiap bulan ia harus sisipkan waktu untuk ke Makassar bertemu teman-temannya di Moms Gammara.

“Kita tetap berkumpul di masa pandemi, tetapi aturan dan prokes pencegahan Covid-19 dijalankan. Ini bukti ketaatan kita terhadap aturan,” jelas Merpawati.

Komunitas ini terdiri dari 15 orang anggota yang beragam profesi, ada pengusaha, politisi, guru, hingga PNS. (wis/fajar)

News Feed