by

Stafsus Wapres RI Sukriansyah Lakukan Kunker Terkait Pembangunan Bendungan Sidan Bali

koran.fajar.co.id, DENPASAR –- Staf Khusus (Stafsus) Wakil Presiden (Wapres) RI bidang investasi dan infrastruktur, DR. Sukriansyah S. Latief, SH, MH, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Bali, Rabu (24/3).

Kunker ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana progres pelaksanaan pembangunan proyek nasional bendungan Sidan Bali.

Stafsus Wapres Sukriansyah tiba di Bandara Denpasar Bali pukul 10.00 Wita dan melakukan pertemuan dengan  pemerintah Provinsi Bali. Pertemuan sekaligus audiensi ini dilakukan di kantor Sekretariat Daerah Provinsi Bali.

Dalam pertemuan tersebut, Stafsus Wapres DR. Sukriansyah didampingi asisten Stafsus DR. Yulian. Sementara dari pihak Pemprov Balli, hadir Sekretaris Provinsi (Sekprov) Bali, Dewa Made Indra, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (Kadis PUPR) Bali, Nusakti Weda, dan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS), Maryadi.

Menurut Stafsus Wapres Sukriansyah, pertemuan dengan jajaran pemerintahan daerah Provinsi Bali terkait progres pembangunan bendungan Sidan, merupakan bagian untuk mempercepat penyelesaian pembangunan bendungan tersebut.

“Upaya percepatan dalam penyelesaian pembangunan bendungan Sidan menjadi pembicaraan kami. Semoga bisa dengan cepat diselesaikan dan dirasakan manfaatnya  oleh masyarakat Bali, khususnya di daerah pembangunan bendungan,” ungkap Sukriansyah.

Sekadar diketahui, pembangunan bendungan Sidan terletak di lokasi antara Desa Belok Sidan Kabupaten Badung dan Desa Buahan Kaja Kabupaten Gianyar, jaraknya lebih kurang 56 Km dari kota Denpasar Bali. Adapun genangan dari bendungan Sidan meliputi Desa Bunutin, Langgahan, dan Mengani Kabupaten Bangli.

Bendungan Sidan nantinya akan memiliki berbagai manfaat seperti penyediaan air baku dengan kapasitas 1,75 meter kubik per detik, sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Motor (PLTM) sebesar 0,65 MW, sebagai objek pariwisata, serta sebagai lahan konservasi.

Penandatangan kontrak pembangunan bendungan Sidan yang dimulai sejak Oktober 2018 ini menelan anggaran konstruksi lebih kurang Rp786 miliar melalui alokasi pembiayaan APBN dengan tahun anggaran proyek 2018-2021. (mukhlis/fajar)

News Feed