oleh

Covid Melandai, Diskes Minta Perketat Kunjungan ke Sulsel

koran.fajar.co.id, MAKASSAR –- Warga yang masuk ke Sulsel perlu diperkatat. Terutama mencegah masuknya varian virus baru disaat jumlah penderita Covid-19 Sulsel makin berkurang.

Koordinator Wisata Duta Covid-19 Sulsel, Husni Thamrin menyampaikan hal ini perlu dilakukan agar penyebaran varian baru virus Covid-19 bisa dicegah. Yang terjadi saat ini, justru warga Sulsel yang akan keluar diperiksa secara ketat melalui rapid maupun antigen.

“Sudah waktunya diubah. Selama ini kita urusi orang yg mau keluar,” kata Husni melalui Kunjungan Dapil (Kundapil) anggota DPRD Sulsel Rudy Pieter Goni (RPG) di Claro, Jumat, 26 Maret.

Dia menyarankan di semua pintu  bandara dam pelabuhan disiapkan genose untuk memeriksa orang yang berkunjung ke Sulsel. “Ini sangat efektif sebagai screening. Harganya lebih terjangkau Rp20 ribu sekali pakai,” kata Husni.

Ia menyampaikan jumlah kasus Covid-19 di Sulsel mencapai 59 ribu lebih, sedangkan yang aktif mencapai 1.712 orang atau sekira 2,9 persen, masih lebih kecil dari program sentase nasional 8,4 persen. 

Sementara angka kesembuhan 46 ribu lebih atau sekitar 95,6 persen, lebih besar dari presentase skala nasional 85 persen. Anggaran Wisata Covid tahun 2020 yang digunakan tidak sampai Rp45 miliar dengan rincian hotel Rp25 miliar lebih dan katering Rp17,2 miliar lebih.

Sementara Kabid Fasilitas PAUD, Dikdas, Dikti Dinas Pendidikan Sulsel Sabri menyampaikan pada dasarnya mereka siap membuka kembali pembelajaran tatap muka. Ia mendorong seluruh tenaga pendidik sudah dilakukan vaksinasi. Yang berjalan saat ini baru pada tataran guru PNS. “Bagaimana dengan guru honorer dan bujang sekolah. Kita mendorong vaksin ini menyeluruh sehingga sekolah kembali dibuka,” bebernya.

Anggota DPRD Sulsel, RPG menyampaikan kundapil ini yang pertama dan akan dilakukan empat kali ealam kurun 2021. Tahap pertama dia sengaja meminta evaluasi pada tataran kebutuhan dasar masyarakat yakni bidang kesehatan dan pendidikan.  “Ini berbeda dengan reses yang menyerap aspirasi masyarakat. Kundapil ini untuk mengevaluasi jalannya program Covid-19 dan pendidikan khususnya Makassar,” kata RPG. (nsrn/fajar)

News Feed