oleh

Lebih Dekat Prodi Teknik Sipil dan Lingkungan

koran.fajar.co.id, MAKASSAR  — Direktorat Komunikasi Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menyelenggarakan program bertajuk Red Campus Talk edisi ke-19 dengan tema “Membangun Negeri Nggak Bisa Asal-asalan loh: Seputar Prodi Teknik Sipil dan Teknik Lingkungan”.

Program ini berlangsung secara live melalui akun instagram @hasanuddin_univ, Jumat (26/3/2021). Menghadirkan narasumber, yakni Dr. Eng. Ir. Muhammad Irsan Ramli, ST., MT (Sekretaris Departemen Teknik Sipil) dan Dr. Eng. Ir. Muralia Hustim, ST., MT (Ketua Prodi Teknik Lingkungan). Kedua prodi berada di bawah naungan Fakultas Teknik.

Pada kesempatan awal, Irsan menjelaskan, Prodi Teknik Sipil telah terakreditasi A oleh BAN-PT dan mendapatkan pengakuan internasional AUN-QA dan ABET. Fokus pembelajaran pada aspek kesipilan atau pembangunan infrastruktur seperti hotel, gedung, jembatan dan sebagainya.

“Prodi Teknik Sipil merupakan prodi tertua di Fakultas Teknik, berdiri pada tahun 1961. Pada awalnya prodi ini merupakan jurusan Teknik Sipil, kemudian berubah menjadi departemen dengan mewadahi mulai dari jenjang sarjana, magister hingga doktor,” ungkap Irsan.

Dalam prodi ini, lanjut Irsan, ada lima bidang atau aspek kajian yang ditawarkan, seperti struktur bangunan, transportasi, hingga rekayasa, dan manajemen konstruksi.

Sementara itu, Muralia Hustim menjelaskan, Prodi Teknik Lingkungan merupakan prodi termuda di Fakultas Teknik Unhas. Meskipun masih baru, namun telah terakreditasi A oleh BAN-PT. Prodi ini awalnya masih tergabung dalam departemen Teknik Sipil.

Sejak 2017, berdiri sendiri menjadi satu departemen. Awalnya, jumlah mahasiswa yang diterima setiap tahun berjumlah 60-an orang, namun sejak tahun 2019 menerima sebanyak 80-an mahasiswa baru.  Sejak 2019 juga telah menerima mahasiswa jenjang S2.

“Sekarang kita ikut akreditasi IABEE dan tinggal menunggu hasilnya saja. Untuk Prodi Teknik Lingkungan, ada tiga bidang fokus pembelajaran yakni kualitas udara dan bising, kualitas air dan sanitasi, serta persampahan. Tujuannya untuk mengetahui dan mengendalikan lingkungan,” jelas Muralia.

Dalam hal sarana prasarana, dua departemen ini dilengkapi fasilitas terupdate dan canggih untuk mendukung peningkatan proses pembelajaran mahasiswa. Misalnya di departemen Teknik Sipil terdapat 5 laboratorium pendidikan, 10 laboratorium riset, dan beberapa penunjang akademik lainnya.

Komentar

News Feed