oleh

Unhas Gelar Bedah Buku dan Diskusi Publik Dinamika Diplomasi Indonesia

koran.fajar.co.id, MAKASSAR –- Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Departemen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menyelenggarakan bedah buku dan diskusi publik dengan tema “Dinamika Diplomasi Indonesia Dalam Perspektif Hukum dan Hubungan Internasional”.

Kegiatan telah berlangsung pada Rabu (24/3) secara luring terbatas dengan penerapan protokol Covid-19 di Aula Prof. Syukur Abdullah, Fisip Unhas, Kampus Tamalanrea dan terhubung secara virtual melalui aplikasi zoom meeting.

Kegiatan menghadirkan I Gede Ngurah Swajaya (Direktur Jenderal Amerika-Eropa Kementrian Republik Indonesia) sebagai keynote speaker. Adapun narasumber lain yakni Prof. Dr. Hamid Awaluddin, S.H., M.A., Ph.D., Prof. Dr. Eddie Toet Hendratno, S.H., M.Si., FCBARB., dan Prof. Dr. Armin, M.Si.

Ketua Prodi Hubungan Internasional Unhas, Drs. H. Darwis, MA., Ph.D., menuturkan kegiatan ini merupakan kolaborasi Departemen Hubungan Internasional FISIP Unhas, bersama Fakultas Hukum Universitas Pancasila, dan Asosiasi Profesor Indonesia (API) dalam rangka bedah buku dengan judul “Diplomat Kesasar” yang ditulis oleh Prof. Dr. Eddy Pratomo, S.H., M.A.

Darwis menjelaskan review singkat dari buku Diplomat Kesasar sekaligus latar belakang disusunya buku. Secara umum, buku ini membahas mengenai kisah Prof. Dr. Eddy Pratomo, S.H., M.A. sebagai Duta Besar, Guru Besar, hingga bisnis alat kesehatan yang menjabarkan bahwa beliau pernah menjabat pada berbagai instansi dan bidang yang berbeda-beda.

Selain bercerita tentang perjalanan karirnya, juga memberikan gambaran cerita masa kecil hingga masa pensiun Prof Eddy ketika menjadi utusan khusus presiden. Darwis menambahkan buku tersebut menyampaikan bahwa dinamika diplomasi Indonesia sangat bergantung pada peran diplomat. Sehingga diplomat harus menunjukkan pengetahuan, komitmen, dan keberaniannya untuk bertahan sekaligus mendapatkan kepercayaan orang lain.

Bedah buku dan diskusi publik yang menghadirkan juga Drs. M. Imran Hanafi, MA., MEc. selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI-Australia berlangsung lancar, diikuti sekira 400 orang secara virtual. (mukhlis/fajar)

Komentar

News Feed