by

400 Peserta dari 40 Kampus Ramaikan Ibnu Sina Medical Competition FK UMI

koran.fajar.co.id, MAKASSAR –- Ibnu Sina Medical Competition (ISMC) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) berlangsung meriah meski berlangsung secara virtual.

Kegiatan kompetisi berkelas nasional dengan tema ‘Inflection Desease’ ini merupakan even rutin tahunan dari Fakultas Unggulan yang dimiliki oleh UMI tersebut.

Even yang dipusatkan di Ruang Senat Lantai 9 Menara UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar ini diikuti sebanyak 400 peserta yang berasal dari 40 kampus/perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Dalam siaran persnya, Sabtu (27/3/2021), Rektor UMI yang diwakili Wakil Rektor III Dr. Nasrullah Arsyad, S.H, M.H., apresiasi kegiatan produktif mahasiswa Fakultas Kedokteran UMI meski dilaksanakan secara virtual. 

Alumni Fakultas Hukum UMI ini juga  menekankan  kegiatan inovatif dan kreatif sangat penting mengingat segala sesuatu saat ini yang masih dilakukan secara terbatas karena pandemic Covid-19.

“Pandemi Covid bukan alasan untuk tidak berpikir kreatif dan cerdas. Kegiatan ini membuktikan bahwa mahasiswa FK UMi adalah manusia yang kreatif karena mampu mengadaptasikan program,” ungkap Dr Nasrullah.

Menurut Nasrullah, kegiatan-kegiatan FK UMI ini merupakan suatu cerminan kehidupan bangsa. Para peserta  berkompetisi secara sehat menunjukan kualitas dalam berkompetisi sebagai generasi bangsa yang petarung.

Selain itu, kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ini menyebutkan, saat ini perguruan tinggi harus menjadi sumber hadirnya informasi berbasis ilmu pengetahuan, apalagi di situasi gempuran Pandemi Covid-19.

“Institusi pendidikan merupakan salah satu tempat yang memberikan informasi valid. Sehingga FK UMI harus menjadi sumber dalam memberikan informasi yang baik terkait kesehatan,” papar Nasrullah.

Sementara itu, Dekan FK UMI Prof. dr. H. Syarifuddin Wahid, PhD., SpPA (K) menjelaskan, kegiatan Ibnu Sina Medical Competition tahun ini mengalami peningkatan jumlah peserta. Artinya, kata Guru Besar FK UMi ini, manajemen dan sosialisasi kegiatan ini cukup baik meskipun berlangsung secara terbatas.

“Ini akan memberikan efek baik dan bermakna secara individual maupun secara institusi. walaupun di era pandemi, mahasiswa tetap semangat menggelar kegiatan, ini merupakan kreativitas yang baik,” imbuh Prof Syarifuddin Wahid.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed