oleh

Kuasa Hukum Sudirman Belum Terima Relas Pemberitahuan Domisili

koran.fajar.co.id, MAKASSAR –- Terkait pemberitaan koran.fajar.co.id, Jumat (26/3/2021) “Tak Ada Pengajuan Banding ke PN, Rektor UMI Buka Pintu Damai”, ditanggapi Kuasa Hukum Dekan FKM UMI Sudirman, selaku penggugat, Hari Ananda Gani, SH.

Dalam siaran persnya, Sabtu (27/3/2021), Hari Ananda mengakui, pihaknya belum menerima relas pemberitahuan melalui Domisili elektronik, sehingga belum melakukan banding atas putusan Pengadilan Negeri (PN) Makassar tersebut.

Hari Ananda pun menilai, Ketua Tim Hukum Rektor UMI, belum paham hukum acara perdata, baik Herzien Inlandsch Reglement (HIR) maupun Rechtreglement voor de Buitengesten (RBG), yang mengatur mekanisme upaya hukum banding pada perkara Perdata.

“Setahu saya, dasar untuk melakukan upaya banding pada perkara perdata adalah Relas Pemberitahuan Putusan. Oleh karena sidang perkara perdata yang berproses di Pengadilan Negeri (PN) Makassar terkait pemberian skorsing (pemberhentian sebagai dosen) di proses melalui E-court, maka prosedurnya haruslah melalui pemberitahuan domisili elektronik kepada Kuasa Hukum Penggugat. Sampai pada hari ini, kami selaku kuasa hukum Penggugat belum menerima relas pemberitahuan melalui Domisili elektronik kami,” jelas Hari Ananda Gani.

Hari Ananda menyarankan kepada Ketua Tim Hukum Rektor UMI untuk membaca terlebih dahulu PERMA RI Nomor 1 Tahun 2019 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik, di Pasal 18.

“Jangan serta merta membuat pemberitaan yang telah memenuhi unsur Berita hoax (Berita Bohong). Hati-hatilah membuat dan mendistribusikan berita. Silakan buat berita, tapi haruslah dengan pemberitaan yang terpercaya, akuntabel, dan berbasis fakta. Tidak menyudutkan kepribadian setiap orang,” imbuh Hari Ananda.

Hari Ananda menegaskan, tuduhan kepada kliennya, yakni Dekan FKM Sudirman, mengenai adanya dugaan penggelapan, itu tidak Benar. “Itu hanyalah berdasarkan hasil audit internal saja, tidak objektif dan tidak komprehensif.  Jika Rektor UMI bersedia melakukan audit, silakan lakukan audit external (independent) terhadap kampus UMI. Lakukanlah terlebih dahulu hal itu barulah bisa berkesimpulan kalau ada dana yang tidak sehat dikelola klien kami sejak menjabat sebagai Dekan,” bebernya.

Komentar

News Feed