oleh

Urgensi Vaksin Sosial dan Biologis dalam Perang Melawan Covid-19

koran.fajar.co.id, MAKASSAR –- Rangkaian kegiatan program bina desa mahasiswa tematik Covid-19 tahun 2021 yang diinisiasi Bidang Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin (Unhas), diskusi interaktif via live streaming antara pakar dengan warga net (netizen).

Diskusi interaktif yang mengadopsi model podcast dengan menghadirkan peserta diskusi via zoom Jumat (26/3/2021), dengan tema: “Urgensi Vaksin Sosial dan Vaksin Biologis pada Era Pandemi Covid-19”.

Dipandu Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas), Nosakros Arya, dengan narasumber ahli Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes, M.Sc.PH, Ph.D, yang berprofesi sebagai Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas dan juga sementara menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan FKM Unhas.

Prof. Sukri memaparkan tentang pentingnya vaksin biologis. Mengingat fenomena vaksin covid-19 menuai banyak pro dan kontra. Setidaknya ada 4 (empat) manfaat vaksin biologis yang dikemukakan antara lain, menurunkan angka penderita dan kematian, mendorong terbentuknya kekebalan kelompok, melindungi dan memperkuat system Kesehatan masyarakat secara keseluruhan serta menjaga produktivitas dan meminimalkan dampak sosial/ekonomi.

Pria kelahiran Tana Toa Kajang ini memaparkan, pentingnya vaksin sosial bagi masyarakat dalam melawan covid-19. Pilihan kata “vaksin social” menjadi menarik karena selama ini yang dikenal hanyalah vaksin biologis atau vaksin covid-19.

“Vaksin sosial sebenarnya adalah istilah yang dibuat kalangan konsultan penanganan covid-19 di mana definisinya merujuk kepada penerapan protokoler Kesehatan. Jadi penerapan cuci tangan yang benar, menjaga jarak dan memakai masker itu adalah bagian dari vaksin social,” ungkap Prof. Sukri.

Menurutnya, selain 3M, sekarang juga berkembang metode 3T, yakni Testing, Tracing, dan Treatment. Semua itu upaya untuk menekan laju perkembangan covid-19. “Kami para konsultan pengendalian covid-19 menyebutnya sebagai vaksin sosial. Di samping menggunakan vaksin biologis melawan covid-19, kita membutuhkan juga vaksin social,” paparnya.

Kesempatan ini, tiga peserta diskusi yang menyampaikan pertanyaan kepada narasumber via daring. Pertanyaan pertama dilontarkan Nurfadhillah dari FKM Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang menanyakan tentang klasifikasi masyarakat yang berisiko menerima vaksin, terkhusus kepada ibu-ibu hamil.

News Feed