oleh

Kubu Bur Jadi Ancaman Petahana Pada Pilkada Takalar

koran.fajar.co.id, TAKALAR  — Jadwal Pilkada Kabupaten Takalar yang seharusnya dilangsungkan 2022 harus diundur ke Pilkada serentak November 2024.

Dalam kurun tersebut, jabatan bupati bakal diambil alih pelaksana tugas. Karenanya peluang kubu mantan Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin, untuk menantang petahana bupati, Syamsari Kitta terbuka lebar.

Direktur Eksekutif PT Indeks Politica Indonesia (PT IPI), Suwadi Idris Amir menilai, Pilkada Takalar masih menjadi ajang pertarungan tersebut yang pada 2017 lalu saling berhadapan.

“Kubu Bur kemungkinan besar akan diwakili salah satunya antara Fachruddin Rangga (Anggota DPRD Sulsel) atau Bur sendiri,” kata Suwadi, Minggu, 28 Maret.

Alasannya, kata Suwadi, persaingan selama 10 tahun terakhir masih menyisakan dinamika politik di antara dua kubu tersebut di Takalar, di mana basis elektoralnya masih mendominasi.

“Apalagi jika Fachruddin Rangga yang didorong maju melawan petahana Syamsari Kitta, tentu jauh lebih dinamis. Sebab Rangga pengendali tim utama Kubu Bur 2012 dan 2017 lalu,” ungkap Suwadi.

Dikatakan  Suwadi, Rangga yang sudah dua periode duduk sebagai anggota DPRD Sulsel adalah figur kuat yang cukup mampu merawat basis-basis Bur dan juga basis-basis pendukungnya di Pileg 2014 dan 2019.

“Sementara Syamsari bakal mendapat sorotan terkait pembangunan di eranya yang belum maksimal. Apalagi Ketua Gelora Sulsel tersebut tidak lagi  menjabat per Tahun 2022,” sebut Suwadi. 

Selain dua sosok tersebut, nama-nama seperti Ahmad Daeng Sere, Natsir Ibrahim (Nojeng), Hengky Yasin, Yusuf Gunco, ataupun anggota DPR RI Hamka B Kadi wajib diperhitungkan. (nsrn/fajar)

Komentar

News Feed