oleh

DPP IMMIM Keluarkan Pernyataan Sikap Terkait Bom Gereja Katedral Makassar

koran.fajar.co.id, MAKASSAR –- Dewan Pengurus Pusat Ikatan Masjid Mubalig Indonesia Muttahidah (DPP-IMMIM) dalam rapat, Senin (29/3/2021) di Gedung Islamic Centre Jl. Jendral Sudirman Makassar, mengeluarkan pernyataan sikap terkait bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral.

Rapat yang dihadiri Ketua Umum Prof.Dr. H. Ahmad M. Sewang, MA, Ketua 1 sekaligus Ketua YASDIC IMMIM Ir. M. Ridwan Abdullah, M.Sc, Sekum Dr. M. Ishaq Shamad, MA, dan sejumlah pengurus DPP IMMIM.

Pada kesempatan ini, disampaikan Pernyataan Sikap No.104/DPP-IMMIM/III/2021 dengan menyatakan, pada hari Ahad, 28 Maret 2021 sekira pukul 10.28 Wita, di Makassar terjadi peristiwa peledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar.

Peristiwa yang terjadi mencederai upaya-upaya membina dan menumbuhkembangkan kehidupan rukun dan damai yang telah dibangun dan dipertahankan dengan baik seluruh komponen masyarakat di Sulawesi Selatan selama ini.

Dewan Pengurus Pusat Ikatan Masjid Mubalig Indonesia Muttahidah (DPP IMMIM) menyatakan hal-hal sebagai berikut:

1.    Menyatakan duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban, akibat tragedi bom yang terjadi pada hari Ahad 14 Sya’ban 1442 H/ 28 Maret 2021 M., di depan Gereja Ketedral Makassar.

2.    Tindakan tersebut tidak bisa ditolerir, karena sangat tidak manusiawi dan tidak ada satu ajaran agama apapun yang membenarkan peledakan bom seperti itu.

3.    Mengutuk dengan keras dan menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut, dan meminta kepada aparat penegak hukum agar mengusut tuntas dan menemukan dalang dan siapapun yang terlibat pada peristiwa tersebut, serta menghukum mereka dengan hukuman maksimal berdasarkan aturan perundang-undangan yang berlaku.

4.    Meminta kepada seluruh masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya masyarakat yang berdiam di kota Makassar agar tetap tenang, tidak menambah keruh suasana dengan menerima dan atau menyebarkan isu-isu yang tidak diketahui asal usul dan kebenarannya. Sebaliknya mempercayakan penanganan perisitiwa tersebut kepada aparat negara yang berwenang.

5.    Meminta kepada seluruh mubalig IMMIM, agar dalam berdakwah mengedepankan ajaran yang mengandung nilai-nilai kemanusiaan, sikap saling menghargai perbedaan dan memelihara kerukunan serta merawat keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sudah tiba saatnya mengubah “citra agama” dari kekerasan yang berlumuran darah menjadi citra kedamaian, kasih sayang, toleransi dan rahmatan lil alamin.

Komentar

News Feed