oleh

IKA Linguistik Reuni Akbar Sambil Rekreasi di Pelabuhan Untia

koran.fajar.co.id, MAKASSAR –- Reuni akbar tahunan yang dilaksanakan Ikatan Alumni (IKA) Linguistik Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas), untuk tahun ini dipusatkan di Pelabuhan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Minggu (28/3/2021).

REUNI KECIL-KECILAN DI WARKOP

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, reuni akbar dilaksanakan yang dirangkaikan dengan seminar atau bakti social, kali ini cukup dirangkaikan dengan rekreasi di Pelabuhan Untia.

RUANG HIJAU PELABUHAN RAKYAT UNTIA

“Kita sengaja memilih Pelabuhan Untia, memang untuk rekreasi sekaligus memperkenalkan Pelabuhan Untia. Bayangkan Pelabuhan Rakyat modern itu, seharusnya dimanfaatkan sebaik-baiknya, baik untuk wisata maupun kepentingan bisnis masyarakat, tapi kurang terpublikasi,” jelas Ketua IKA Linguistik, Nurlinda Salengke, SS.

KELILING PERAIRAN MAKASSAR-PANGKEP DENGAN PERAHU MOTOR.

Hal ini diakui Camat Biringkanaya, Dr. Andi Syahrum Makkuradde, SS, SE, MM. “Sejak diresmikan Presiden Joko Widodo, sekira dua tahun lalu, Pelabuhan Rakyat Untia, belum dikelola secara maksimal. Memerlukan beberapa regulasi agar terkelola dengan baik,” jelasnya.

DERMAGA PELABUHAN RAKYAT UNTIA

Menurut, Syahrum, yang juga Ketua IKA Komisariat FIB Unhas dan mantan Ketua IKA Lingustik ini, jika masyarakat ingin ke Parepare tanpa hambatan dan tanpa pengawalan Foreder, cukup dengan naik kapal dari pelabuhan Untia ke Parepare.

Makanya, Syahrum sangat mengapresiasi reuni akbar yang dilakukan IKA Linguistik di Pelabuhan Untia. Pihaknya pun menyediakan beberapa fasilitas, termasuk rombongan start dari Kantor Camat menuju lokasi reuni akbar. Meski tidak ke Parepare, Syahrum menyiapkan kapal motor penumpang, yang membawa rombongan IKA Linguistik berkeliling di perairan Makassar-Pangkep tersebut dan kembali berlabuh di Pelabuhan Untia.

Hal ini diakui Ketua IKA Linguistik, Nurlinda Salengke, yang juga Bendahara DPD Partai Demokrat Sulsel. Makanya, dia mengundang beberapa alumni Linguistik datang, seperti Pembina Satuan Kerja (Satker) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dr Andi Suriadi Panangeang, SS, M.Hum, pegusaha penyedia bibit pertanian, Drs Nasruddin Budiman, pengusaha dan pemerhati lingkungan hidup, kehutahan, dan pertanian, Syamsuddin Awing, SS, dan sejumlah alumni linguistik yang jadi pejabat, pengusaha, dan legislator lainnya.

Komentar

News Feed