by

IKA Linguistik Reuni Akbar Sambil Rekreasi di Pelabuhan Untia

“Alumni linguistik, sangat terbatas dan dapat dihitung jumlahnya. Karena sejak penerima mahasiswa dari masa transisi di tahun 82 dan penerimaan secara murni tahun 83, terakhir penerimaan angkatan saya tahun 1993. Jadi, Linguistik Unhas hanya menerima mahasiswa selama 10 tahun,” ungkap Linda, panggilan akrab Nurlinda Salengke.

Linda mengakui, dengan ditutupnya Departemen Linguistik utuk S1 di Unhas, secara otomatis tidak ada lagi penambahan alumni linguistik. “Dari seluruh alumni linguistik itu, kita ketahui semua alamatnya, nomor kontak, pekerjaan, dan bahkan nomor pokok ketika masih bermahasiswa. Jadi, tidak ada yang serapi ini mendata alumninya di Unhas, kecuali linguistik,” ungkapnya.

Diperkirakan pula Linda, 30 tahun ke depan, kemungkinan tidak ada lagi Ketua IKA Linguistik, dan reunian pun kalau dilakukan mungkin sekira 10-an orang saja. “Siapa lagi yang bisa mengurus organisasi kalau umurnya sudah di atas 75 tahun. Saya ini angkatan terakhir. Kebanyakan senior saya, 30 tahun mendatang, sudah berumur 85 tahun. Di umur seperti itu, jika masih hidup, apa masih sanggup untuk reuni,” terang Linda sembari berkelakar.

Makanya, Linda mangakui, kalau ada jurusan di Unhas nyaris setiap saat reuni kecuali reuni akbar tahunan, itulah IKA Linguistik. “Teman-teman sesama alumni Linguistik, bila ada dari Jakarta atau daerah lain ke Makassar, langsung baku kontak untu reunian, meski kadang jumlahnya tidak lebih 10 orang,” pungkasnya. (mukhlis/fajar)

News Feed