by

Farmasi Unhas dengan JCU Kerja Sama Hadirkan Konferensi Internasional S4S

koran.fajar.co.id, MAKASSAR — Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin (Unhas) kerja sama dengan James Cook University (JCU), Australia menghadirkan konferensi internasional bertajuk “Students 4 Student Conference (S4S)”.

Konferensi ini bertujuan mewadahi mahasiswa dari kedua universitas untuk menyampaikan hasil penelitian, baik melalui poster ataupun presentasi. Berlangsung secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, Rabu (31/3).

Dekan Fakultas Farmasi Unhas Prof. Subehan, M. Pharm.Sc, Ph.D, Apt, ketika membuka kegiatan ini mengharapkan, konferensi ini dapat memperluas jaringan dan menambah wawasan mahasiswa. Selain itu, juga memberikan gambaran singkat tentang Unhas dan Fakultas Farmasi kepada para peserta.

“JCU merupakan salah satu universitas luar biasa yang bekerja sama dengan Fakultas Farmasi Unhas dan dapat memfasilitasi mahasiswa melalui ruang seperti ini. Saya menyakini, semangat mahasiswa akan semakin meningkat dengan berbagai topik riset yang akan dipersentasikan,” jelas Prof Subehan.

Setelah pembukaan secara resmi, kemudian dilanjutkan dengan sesi presentasi hasil penelitian mahasiswa dari Fakultas Farmasi dan juga JCU. Masing-masing presenter mendapatkan kesempatan 12 menit untuk memaparkan hasil penelitian.

Kate Parrish, salah satu mahasiswa dari JCU mempresentasikan topik penelitian tentang “Experimental Infection of Juvenile Myuchelys Latisternum with Bellinger River Virus (BRV)”.

Parrish mengkaji Penyu Sungai Bellinger yang hidup pada drainase pesisir kecil Sungai Bellinger di New South Wales, Australia. Pada tahun 2015, ditemukan lebih dari 450 penyu mati dan sekarat yang disebabkan oleh faktor-faktor yang tidak diketahui sehingga berdampak pada kepunahan mendadak yang  tinggi.

Pemaparan hasil riset lain juga disampaikan oleh Nur Rahma Rumata (mahasiswa Farmasi Unhas) tentang penelitian “The Immunosuppressive Effect of Secang Wood (Caesalpinia Sappan L.) extract in Drosophila Melanogaster. Rahma menjelaskan tentang tanaman Secang (Caesalpinia sappan L.), tumbuhan yang sering ditemukan di Indonesia. Taman ini dapat dimanfaatkan sebagai pengganti obat-obatan kimia, karena mempunyai kandungan fenol dan flavonoid tinggi dengan aktivitas biologis sebagai antiinflamasi dan antioksidan.

Setiap sesi pemaparan materi selesai, para narasumber kemudian memberikan jawaban pertanyaan dari peserta lain yang mengikuti kegiatan. (mukhlis/fajar)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed