oleh

Mengenang Leluhur di Hari Ceng Beng

NAMANYA John Chandra. Lelaki 53 tahun itu, sibuk bersama istrinya membersihkan makam leluhurnya. Berdua tidak memedulikan kesibukan yang sama, orang-orang sekitarnya di tempat itu.

MUKHLIS AMANS HADY,

Makassar

=========================

Tidak seperti di pemakamam umum seperti di Sudiang. Bila ada yang berziarah ke kuburan keluarganya, tiba-tiba diserbu emak-emak maupun anak-anak untuk membantu membersihkan batu nisan maupun sekitar makam. Tentu saja, ujung-ujungnya ada belas kasih turut membantu membersihkan makam.

Lain halnya dengan tradisi warga Tionghoa, yang sedang bersih-bersih kuburan lulur di Hari Ceng Beng atau Qing Ming. Segenap warga Tionghoa, sibuk membersihkan kuburan leluhur masing-masing.

John Chandra, setiap kali selesai membersihkan makam, setiap kali juga menyebarkan atau meletakkan kertas warna perak atau warna kuning di atas makam yang dibersihkannya itu.

“Kami sedang melakukan Hari Ceng Beng atau Qing Ming. Ini adalah suatu hari ziarah tahunan bagi etnis Tionghoa. Hari Ceng Beng biasanya jatuh setiap tahunnya tanggal 5 April,” ungkap John Candra.

Menurutnya, di Hari Ceng Beng, warga Tionghoa biasanya akan datang ke makam kuburan orang tua atau leluhur untuk membersihkannya .

“Kegiatan dirangkaikan dengan bersembahyang atau pai di makam tersebut, sembari membawa buah-buahan, kue-kue, makanan, serta karangan bunga,” jelas John Chandra.

Tradisi ziarah kubur atau Ceng Beng, berawal dari zaman Kekaisaran Zhu Yuanzhang, pendiri Dinasti Ming (1368-1644 M). Zhu Yuanzhang awalnya berasal dari keluarga yang sangat miskin. Menjadi keluarga miskin, terpaksa orang tuanya membesarkan dan mendidiknya dengan meminta bantuan suatu kuil.

Setelah dewasa, Zhu Yuanzhang memutuskan untuk bergabung dengan pemberontakan Sorban Merah, suatu kelompok pemberontakan anti Dinasti Yuan (Mongol).

Berkat kecakapannya, dalam waktu singkat ia telah mendapat posisi penting dalam kelompok tersebut; untuk kemudian menaklukkan Dinasti Yuan (1271-1368 M), sampai akhirnya Zhu Yuanzhang menjadi kaisar.

Menjadi kaisar, Zhu Yuanzhang mengunjungi desanya untuk menjumpai orangtuanya. Sesampainya di desa, ternyata orangtuanya telah meninggal dunia dan tidak diketahui keberadaan makamnya.

News Feed