by

Bupati Lutim Budiman, Fokus Perbaikan Perekonomian Masyarakat

Meski begitu, Budiman mengakui, ASNdalam binaannya akan bekerja efektif. “Pokoknya, apa yang pernah kita janjikan di saat kampanye menjelang Pilkada serentak, akan kita realisasikan. Kita tidak ingin mengecewakan masyarakat. Terutama pembangunan perekonomian masyarakat melalui pedesaan itu,” pungkasnya. (mukhlis/fajar)

DEKAT DENGAN WARTAWAN.Bupati Luwu Timur, Budiman, bersama dengan wartawan senior Harian FAJAR Makassar, Mukhlis Amans Hady, di sela-sela ramah tamah di Switzbell Hotel Panakkukang Makassar.

Usai Dilantik, Budiman Fokus Perbaikan Perekonomian Masyarakat

koran.fajar.co.id, MAKASSAR  — Bupati Luwu Timur (Lutim) yang baru saja dilantik, Budiman menyatakan, dirinya siap menjalankan tugas sebagai bupati, yang sebelumnya hanya dilantik sebagai Wakil Bupati.

“Dulu kita tidak bisa bergerak, karena kapasitas sebagai Wakil Bupati. Karena, sebagai wakil tidak bisa tanda tangan. Sekarang, apa yang telah diprogramkan dan akan di-Perda-kan, sudah bisa dilakukan karena sudah jadi bupati,” jelas Budiman, di sela-sela ramah tamah dengan para relawan dan pendukungnya, di Swiztbell Hotel Panakkukang, Makassar, Senin (5/4/2021) malam.

Sekadar diketahui, pada Pilkada serentak lalu, pasangan calon Bupati-Wakil Bupati, Thoriq Husler-Budiman, keluar sebagai pemenang. Sayangnya, di hari pencoblosan itu, Thoriq Husler meninggal dunia. Sehingga, hanya sendirian Budiman yang dilantik dengan kedudukan sebagai Wakil Bupati. Baru Senin, 5 April ini, dilantik sebagai Bupati Luwu Timur.

Menuru pria yang dikenal sangat dekat dengan wartawan ini, baik ketika masih menjadi Aparat Sipil Negara (ASN), setelah dirinya dilantik jadi Bupati Luwu Timur, untuk program 100 hari ini, terlebih dahulu akan  menyelesaikan pengesahan Rancangan Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lutim, sebagai amanat Undang-Undang.

Selanjutnya, akan fokus untuk perbaikan perekonomian masyarakat. “Masyarakat Luwu Timur pada umumnya bekerja sebagai petani, baik itu petani di sawah, petani kebun, maupun petani tambak. Dan mereka itu tinggal di pedesaan,” ungkapnya.

Tentunya, kata Budiman, dengan lebih fokus pada pembangunan pedesaan, maka pondasi pembangunan masyarakat akan tercapai. “Makanya, untuk setiap desa kita anggarkan Rp1 miliar. Itu tidak termasuk dengan Alokasi Dana Desa (ADD) dan bantuan keuangan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” terangnya.

News Feed