oleh

Fakultas Teknik Unhas Dampingi Pembuatan Alat Pengubah Sampah Jadi BBM pada Program Bina Desa

koran.fajar.co.id, TAKALAR  — Bidang Kemahasiswaan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar program bina desa Tematik Covid-19 yang berfokus di Desa Lagaruda, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar. Kegiatan telah terlaksana sejak 19 Maret 2021, dan berakhir pada Minggu, 4 April 2021.

Bina Desa merupakan program tahunan Bidang Kemahasiswaan Unhas yang pelaksanaannya dipercayakan kepada masing-masing Fakultas. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FT Unhas, Mukti Ali, ST., MT., Ph.D., menjelaskan Program Bina Desa kali ini masih berkaitan erat dengan respon terhadap dampak pandemi Covid-19, terutama dampak bagi para nelayan Desa Lagaruda.

Mukti menuturkan, para nelayan di desa tersebut mengalami penurunan penghasilan sebagai dampak pandemi Covid-19. Olehnya itu, FT Unhas kemudian hadir memberikan solusi bagi para nelayan melalui pemanfaatan sampah plastik pantai menjadi bahan bakar minyak (BBM), yang dapat dimanfaatkan para nelayan dalam menjalankan aktivitasnya.

“Kegiatan ini terdiri atas beberapa agenda, seperti sosialisasi lingkungan hidup, pembuatan alat pengubah sampah dan workshop cara penggunaan alat pengubah sampah hingga menjadi bahan bakar minyak.  Puncak penyelenggaraan Bina Desa kami tandai dengan penyerahan alat pengubah sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak kepada masyarakat,” jelas Mukti.

Lebih lanjut, Mukti menjelaskan bina desa merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai sivitas akademik Unhas dalam memberikan solusi terhadap permasalahan masyarakat. Alat inovasi yang dihadirkan oleh FT Unhas tersebut dapat mengubah sampah plastik pantai menjadi BBM melalui proses pembakaran, filtrasi dan pendinginan yang mampu menghasilkan minyak dari uap pembakaran sampah.

Masyarakat Desa Lagaruda menyambut baik Program Bina Desa FT Unhas. Mereka berharap program ini dapat terlaksana secara rutin dan mendapatkan pendampingan aktif untuk bersama-sama mencari solusi terhadap berbagai permasalahan yang dialami oleh masyarakat, khususnya di Desa Lagaruda. (mukhlis/fajar)

News Feed