by

Unhas Gelar Workshop Pengembangan Penelitian dan Inovasi Rumput Laut

koran.fajar.co.id, MAKASSAR  — Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Direktorat Inovasi dan Kemitraan menyelenggarakan webinar dengan tema “Developing Research and Innovation For The Seaweed Agar-Agarose Industry”. Kegiatan berlangsung mulai pukul 14.00 Wita secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, Jumat (16/4/2021).

Hadir sebagai narasumber Kasmiati, S.TP, MP, Ph.D (Ketua Pusat Unggulan Inovasi-P2RL Unhas), Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc, (Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas), Dr. Ellya Sunirat, S.Si., M.Si., (Peneliti BBRP2BKP, Kementerian Kelautan dan Perikanan) dan Lino Paravano (Direktur Teknis, Java Biocolloid).

Mengawali kegiatan, Asmi Citra Malina, S.Pi., M.Agr., Ph.D., selaku ketua panitia sekaligus Kasubdit Kerja Sama dalam negeri menjelaskan bahwa kegiatan webinar ini merupakan bagian dari program konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kemenristek/BRIN. Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama perguruan tinggi yang terlibat dalam konsorsium, yaitu ITB dan UGM.

“Rumput laut merupakan bahan baku yang banyak dimanfaatkan misal sebagai suplemen atau obat. Sementara, bahan baku rumput laut tumbuh dengan spesies terbatas. Sehingga ada beberapa yang di impor untuk pemenuhan penelitian. Dengan webinar ini, diharapkan hadir rekomendasi atau gagasan agar rumput laut dapat terus dikembangkan,” jelas Asmi.

Kegiatan resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kemitraan Unhas, Prof. dr. Nasrum Massi, Ph.D., Sp.MK. Dalam sambutannya beliau memberikan apresiasi hadirnya forum diskusi ini, sekaligus menjadi jembatan kolaborasi antarpeneliti dari berbagai perguruan tinggi untuk mengembangkan inovasi rumput laut.

Di Unhas sendiri, Prof Nasrum menambahkan, para peneliti didorong untuk aktif dalam berbagai kegiatan riset guna menghasilkan produk inovasi yang tidak hanya memiliki paten atau prototype saja. Namun, mendatangkan manfaat lebih besar kepada masyarakat.

Setelah pembukaan secara resmi, kemudian dilanjutkan dengan paparan materi dari para narasumber. Materi awal disampaikan oleh Kasmiati yang menjelaskan tentang “Peluang dan Tantangan Produksi Agar-Agarosa di Indonesia”.

Kasmiati menjelaskan Indonesia merupakan negara sebagai produsen utama rumput laut di dunia, khususnya eucheuma cottoni dan glacilaria sp. Jumlah produksi pada tahun 2019 mencapai 10 juta ton, dan mengalami peningkatan sebanyak 11 juta ton pada 2020.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed