by

PEREMPUAN adalah PERADABAN

Oleh: Dr. Ir. Naidah Naing, ST., MSi

(Dosen, Arsitek, Pemerhati Perempuan)

HARI Kartini 21 April adalah sebuah momentum yang membuat para perempuan selalu teringat  akan sebuah kalimat yang sudah menyatu dalam kehidupan perempuan Indonesia  ‘habis gelap terbitlah terang’. Kalimat tersebut sederhananya mengingatkan pada peristiwa alam yang  kita alami setiap hari. Setelah malam yang gelap, selalu ada siang yang terang.

Kehidupan perempuan ibarat peristiwa alam. Pada masa lalu, kebanyakan kehidupan perempuan Indonesia identik dengan keterbelakangan. Baik keterbelakangan pendidikan, pengetahuan, keterampilan dan kehlian,  terbatasnya kebebasan berpendapat dan berbuat, baik di lingkungan keluarga ataupun di masyarakat.

Akibatnya perempuan  zaman dulu memiliki keterbatasan akses bahkan tidak memiliki akses sama sekali disegala bidang. Kehidupan perempuan jadi terbelakang dan marginal, bagai malam yang gelap, suram dan tidak memiliki cahaya. Hanya segelintir perempuan yang  memiliki kesempatan baik untuk ‘melihat cahaya’.  itupun hanya terbatas pada perempuan-perempuan yang memiliki latar belakang keluarga yang terpandang, mapan dan memiliki pengaruh yang kuat di masyarakat.

Hal ini semakin diperparah oleh tradisi keluarga yang kala itu masih menganut stereotype bahwa anak perempuan tidak perlu berpendidikan tinggi, cukup di rumah saja memasak dan mengasuh anak. Perempuan jadi obyek penderita yang hanya bisa menerima nasib, menangis, meratap, bersedih dan sedikit menuliskan kegalauan hatinya melalui goresan sederhana bagi yang bisa menulis.

Akibatnya, perempuan jadi mudah rapuh, tidak memiliki kekuatan dan semangat. Kala itu peradaban ikut melambat. Peran-peran Perempuan belum mewarnai disetiap bagian perencanaan, pengambilan keputusan dan pelaksanaan pembangunan.

Namun kini, kehidupan perempuan Indonesia sudah bermandikan cahaya terang.  Bersinar cemerlang seperti mentari pagi yang memberi kehangatan, membakar semangat yang tinggi untuk berbagai lompatan-lompatan besar dalam kehidupan.

Kehidupan perempuan telah berubah drastis.  Perempuan telah diberi kesempatan seluas-luasnya dan setinggi-tingginya diberbagai bidang. Kini tidak ada lagi ruang gelap. Hidup perempuan Indonesia telah diwarnai dengan senyuman, semangat yang membara dan optimisme hidup yang terus menggelora disetiap membuka mata dipagi hari hingga terlelap diperaduan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed