oleh

Sosialisasi Pertukaran Mahasiswa Unhas, Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka

FAJARKORAN.ID, MAKASSAR  — Direktorat Pendidikan Universitas Hasanuddin (Unhas) menyelanggaran Sosialisasi Pertukaran Mahasiswa Merdeka.

Kegiatan ini mengambil tema “Menjelajahi Ilmu Hingga ke Ujung Indonesia”, yang merupakan bagian program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan R.I, berlangsung secara daring melalui platform zoom meeting, selasa (20/4/2021).

Direktur Pendidikan Unhas Dr. Ida Leida M., SKM., M.KM., M.ScPH menjelaskan delapan jenis MBKM, yakni

1. pertukaran pelajar,

2. membangun desa/kuliah kerja nyata tematik,

3. kegiatan wirausaha,

4. penelitian/riset,

5. asistensi mengajar di satuan pendidikan,

6. studi/proyek independen,

7. magang/praktik kerja, dan

8. proyek kemanusiaan.

“Sosialisasi ini diadakan sekarang agar mahasiswa dapat mempersiapkan diri mengikuti program ini di semester depan, dan mulai berkonsultasi bersama Dosen Pembimbing Akademik memilih Universitas dan jurusan yang relavan” jelas Dr. ida

Pertukaran pelajar diselenggarakan untuk membentuk beberapa sikap mahasiswa yang termaktub di dalam Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020, yaitu: menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain.

Program ini juga mendorong kerja sama dan menumbuhkan kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

Pertukaran Mahasiswa Merdeka adalah pertukaran mahasiswa antar pulau selama satu semester yang memberikan pengalaman kebinekaan nusantara dan sistem alih kredit antar perguruan tinggi setara 20 SKS.

Adapun yang akan terlibat dalam program pertukaran Mahasiswa Merdeka adalah Universitas, Dosen pengampu mata kuliah, Mahasiswa yang akan ikut, Dosen pembuat modul Nusantara dan Mahasiswa yang akan menjadi mentor.

Mahasiswa yang terpilih mengikuti program ini akan mendapatkan pendanaan yang terbagi ke dalam enam skema pembiayaan LPDP untuk peserta yakni:

1. Bantuan biaya transportasi tiket pesawat (kelas ekonomi) dan/atau kereta (maksimum kelas eksekutif), At Cost.

2. Bantuan biaya rapid antigen sebanyak 2 kali (pergi dan pulang), senilai Rp250.000,- untuk satu kali perjalanan.

3. Bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT), At cost maks. Rp2.400.000,-

News Feed