by

Menko Polhukam Diskusi Demokrasi dan Nomokrasi bersama Akademisi di Unhas

-Headline-229 views

Saat ini demokrasi cenderung berkembang liar karena terlalu liberal, korupsi merambah ke berbagai lembaga kekuasaan, dan demokrasi tumbuh secara transaksional. Pejuang demokrasi sulit bergerak karena diganggu melalui proses yang secara formal demokratis.

Demokrasi yang pada umumnya disebut sebagai penghapus korupsi, sebaliknya menjadi jembatan untuk melakukan korupsi. Kekuasaan yang menurut demokrasi harus dibagi demi checks and balances, tetapi menyulitkan pemerintah untuk bertindak cepat karena sering diminta kompensasi politik agar disetujui.

Setelah menyampaikan pandangannya, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi antara Prof. Mahfud dan kalangan akademisi Unhas maupun PTN dan PTS lain di Makassar. Para peserta menyampaikan pandangan dan gagasan yang selanjutnya mendapatkan respon dari Menko Polhukam.

Kegiatan diskusi dipandu oleh Dekan Fakultas Hukum Unhas, Prof. Dr. Farida Patittingi, SH, M.Hum. Turut hadir jajaran pimpinan Unhas (para wakil rektor, dewan professor, para dekan, direktur dan ketua lembaga, kepala biro) serta pimpinan dari beberapa PTN dan PTS di Makassar. (rls/mukhlis/fajar)

News Feed