by

Dampingi Warga Tak Mampu, LBH Minta Bantuan Advokat

FAJARKORAN.CO.ID, MAKASSAR — LBH tak sanggup mendampingi semua warga tak mampu. Advokat lain mesti ikut membantu.

MEMANG, regulasi mengatur advokat wajib memberikan layanan/bantuan hukum kepada warga yang tidak mampu. Ini demi tegaknya rasa keadilan.

Aturan ini mengacu pada UU No 18 Tahun 2003 tentang Advokat, Peraturan Pemerintah (PP) No 83 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pemberian Bantuan Hukum secara Cuma-cuma, dan Peraturan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Nomor 1 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemberian Bantuan Hukum secara Cuma-cuma.

Ketua DPC Peradi Makassar Jamil Misbah mengatakan bantuan hukum cuma-cuma (pro bono publico) untuk perempuan dan anak yang berhadapan dengan hukum dalam kasus pidana dengan kategori ekonomi lemah.

“Jadi secara khusus itu telah diatur, namun masih banyak advokat yang belum menjalankan mandat tersebut. Pelayanan hukum yang dimaksud di sini adalah untuk kasus pidana,” kata Jamil, saat konferensi pers via daring yang digelar LBH Makassar, Minggu, 25 April.

Ketua Pusat Bantuan Hukum Peradi Makassar Hendra Firmansyah mengatakan meski telah diatur dalam undang-undang, masih banyak advokat yang tidak menjalankannya.

Kendala lain sering terjadi dilapangan adalah terbentur dalam surat keterangan mampu (skm) oleh pemerintah setempat. Dalam kehidupan sehari-hari, warga yang berhubungan dengan kasus hukum tersebut tercatat sebagai warga mampu.

Akan tetapi, untuk membayar biaya pengacara tidak mampu. Sehingga tidak bisa dilakukan pendampingan. “Ini kendala yang sering kami alami. Ingat aturan ini tidak hanya untuk Peradi, tetapi semua untuk advokat,” akunya.

Ketua LBH Makassar Muh Haedir menambahkan pendampingan perkara yang melibatkan perempuan dan anak yang saat ditangani cukup banyak. Untuk 2019 jumlah mencapai 30 kasus, sedangkan 2020 meningkat menjadi 40 kasus.

“Penyebab utamanya adalah pandemi Covid-19, di mana banyak aktivitas di rumah dan diberhentikan. Ini harus jadi atensi karena jumlah kami terbatas, sehingga diharapkan advokat lain juga bisa melakukan pendampingan serupa,” tambahnya. (edo/ram)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed