by

Segera Tambah Lokasi Vaksinasi di Sulsel

KORANFAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Banyak warga kesulitan mendapat akses vaksinasi. PKM hanya menyediakan layanan itu sekali sepekan.

DI Makassar, salah satunya. Sebagai episentrum Covid-19, sejatinya vaksinasi tak terhambat. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan (Diskes) Sulsel meminta Pemkot Makassar menambah area pusat pelaksanaan vaksinasi.

Apalagi, tren jumlah penduduk yang divaksinasi di Makassar masih dalam kategori rendah. Itulah perlunya titik pelaksanaan vaksinasi untuk umum harus terus ditambah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Diskes Sulsel, Nurul AR mengapresiasi pelaksanaan vaksin yang digelar di Mal Pipo. Hal ini bagus supaya vaksinasi tak hanya terpusat di puskesmas (PKM).

“Proses vaksinasi harusnya bisa dipercepat utamanya untuk lansia dan guru yang menjadi target awal. Ketika sudah mencapai waktunya, pelayanan tak boleh tertunda,” bebernya kepada FAJAR, kemarin.

Dia menjelaskan, kewenangan vaksinasi saat ini memang menjadi tanggung jawab pemda. Pemprov hanya mendukung tenaga medis, jika ada kekurangan di lapangan. Misalnya, mendukung Pemkot Makassar untuk memperbanyak area vaksinasi. Pihaknya juga masih terus menunggu kiriman tambahan vaksin dari pemerintah pusat. Beberapa daerah seperti Makassar, diakuinya memang masih punya stok.

Akan tetapi, ada yang memang diperuntukan untuk dosis II, bagi masyarakat yang sudah vaksin dosis pertama.

“Kami juga meminta agar arahan tentang percepatan vaksinasi juga dilakukan di daerah. Ada kebijakan dari pusat, agar satu orang pelayan publik membawa dua lansia saat vaksinasi. Ini supaya target vaksin bisa dipercepat,” tambahnya.

Selain itu, pemerintah juga akan menyiapkan insentif khusus untuk tenaga vaksinasi yang saat ini bekerja. Anggarannya dari refocusing yang dilakukan pemda. “Hanya berapa besarannya belum bisa kami hitung. Yang pasti rencananya akan diberikan,” tambahnya.

Sekretaris Diskes Sulsel Bachtiar Baso mengatakan tambahan insentif tersebut, sudah termuat dalam keputusan menteri kesehatan. Jumlahnya belum ditentukan. “Nantinya akan diatur lagi,” tambahnya. (ful/ram)

News Feed