oleh

Stok Vaksin Habis untuk Umum

FAJARKORAN.CO.ID, MAKASSAR — Masyarakat yang baru mau vaksinasi, mesti bersabar. Puskesmas hanya menyediakan layanan untuk injeksi tahap II.

Di Puskesmas Mamajang, misalnya. Dengan berat hati, tim vaksinasi tidak bisa melayani vaksinasi warga umum. Maret lalu, stok vaksin memang banyak. Memasuki April, malah sangat terbatas.

Nismaladewi, Koordinator Tim Vaksinasi Puskesmas Mamajang menyebutkan pada Maret, mereka melayani 100 orang per harinya untuk dosis pertama. Selama April ini, sudah tidak ada lagi vaksin yang diterimanya dari Dinas Kesehatan Kota Makassar.

Olehnya ia terpaksa menutup pelayanan dan menyarankan warga untuk pergi ke puskesmas lain yang masih ada stok vaksinnya. Sebab, guru dan lansia prioritas.

“Kami tidak bisa berbuat banyak, dengan berat hati kami tidak bisa melayaninya”, urai Nismala.

Sejak Januari dan Februari, Puskesmas Mamajang sudah memberikan vaksin kepada tim kesehatan sejumlah 379 orang. Kemudian pada Maret 3.748 orang dengan kategori umum.

Awal April diperuntukkan untuk 2.712 orang kategori guru dan lansia, dan per 10 April stok vaksin di Mamajang habis.

Di Puskesmas Jumpandang Baru, stok juga terbatas. April ini hanya mendapatkan 50 vial vaksin dosis I Covid-19. Satu vial bisa digunakan untuk suntik vaksin sebanyak 10 orang.

Koordinator Vaksinasi Puskesmas Jumpandang Bidan Mina mengatakan hingga saat ini vaksin dosis II tersisa 4 vial saja. “Besok (Senin,26 April) kita akan ambil lagi dari gudang untuk tambahan vaksin dosis II,” katanya.

Di Puskesmas Jumpandang, Mina mengaku tidak membatasi siapa saja yang akan vaksinasi. Meski bukan masyarakat Kecamatan Tallo. Asalkan membawa fotokopi KTP dan nomor telepon yang bisa menerima SMS.

“Tapi karena saat ini stok kita sisa sedikit, kita memproritaskan bagi lansia, guru, guru mengaji, dan tokoh agama,” katanya.

Bagi mereka yang tak masuk kategori itu harus bersabar dulu menunggu giliran. Untuk vaksin, tidak pernah menentu jumlahnya. Tergantung pemberian dari Pemerintah Provinsi Sulsel.

“Stok terkadang sedikit, terkadang banyak. Kami hanya menerima. Kalau habis langsung lapor. Biasanya banyak kalau ada kegiatan vaksin massal,” kata Bidan Mina.

Komentar

News Feed