oleh

Penahanan Nurdin Abdullah Diperpanjang

FAJARKORAN.CO.ID, MAKASSAR — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan Gubernur nonaktif Sulsel, Nurdin Abdullah. Sementara rekanan tersangka pemberi suap, Agung Sucipto dititip di Lapas Makassar. Agung Sucipto yang merupakan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB) ditempatkan di ruang sel isolasi. Berkas perkaranya dinyatakan sudah lengkap dan segera menjalani persidangan. Kepala Lapas Makassar, Hernowo mengatakan, Agung Sucipto tiba di Lapas Makassar, Senin, 26 April. Untuk sementara, Agung akan ditempatkan di sel isolasi selama 14 hari. Jika tidak ada gejala Covid-19 setelah 14 hari, akan ditempatkan di Blok Tipikor. “Aturan selama pandemi seperti itu. Semua yang masuk (tahanan/napi) akan disimpan di ruang isolasi. Tidak ada pengecualian. Semua sama,” kata Hernowo. Dia mengungkapkan, informasi awal yang diperolehnya, ada tiga orang yang akan dititip. Namun, yang datang hanya satu orang, yakni Agung Sucipto. “Info yang beredar itu tiga orang, tetapi tidak resmi. Kami hanya menerima apa yang menjadi keputusan. Nanti kami hanya menjadi pelaksana,” katanya. Sementara itu, selain Nurdin Abdullah (NA), perpanjangan masa tahanan juga dilakukan kepada sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel, Edy Rahmat. Perpanjangan masa penahanan itu dilakukan selama 30 hari ke depan. Nurdin, Edy, dan Agung Sucipto adalah tersangka suap dan gratifikasi pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel tahun 2020-2021.

“Tim penyidik KPK telah memperpanjang masa penahanan tersangka NA dan tersangka ER masing-masing selama 30 hari berdasarkan penetapan pertama dari Ketua PN Makassar terhitung sejak tanggal 28 April 2021 sampai dengan 27 Mei 2021,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri kepada awak media, Senin, 26 April. Khusus Agung Sucipto, ungkap Ali Fikri, proses penyidikan sudah tuntas. “Hari ini (kemarin, Red), Tim Penyidik KPK melaksanakan tahap II yakni penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Tim JPU,” ungkapnya. Penahanan selanjutnya beralih dan menjadi kewenangan JPU selama 20 hari terhitung mulai 26 April sampai 15 Mei. Rencananya sidang akan digelar di Pengadilan Tipikor Makassar. “Sehingga untuk tempat penitipan penahanan, hari ini (kemarin), Agung langsung dipindahkan ke Lapas Klas I Makassar,” bebernya. Tim JPU mempunyai waktu sekitar 14 hari kerja untuk menyusun surat dakwaan Agung Sucipto. Pengadilan Tipikor Makassar yang menentukan agenda sidang perdana untuk Agung Sucipto. “Dalam proses penyidikan, telah dilakukan pemeriksaan sejumlah 32 orang saksi. Di antaranya para ASN di Pemprov Sulsel dan pihak swasta lainnya,” jelasnya. Nurdin saat ini ditahan di Rutan KPK Pomdam Jaya Guntur, sedangkan Edy ditahan di Rutan KPK Cabang Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi.

News Feed