oleh

Ustaz Ruddin Emang Wafat Saat Berceramah

FAJARKORAN.CO.ID, MAKASSAR — Ustaz Dr Ruddin Emang

merupakan imam masjid yang meninggal khusnul khatimah usai

menyampaikan ceramah di Masjid Baiturahman Panaikang

Makassar, Sabtu, 26 April.

Haji Ruddin, begitu tetangga dan pengurus masjid

Baiturrahman memanggilnya. Ustaz kelahiran 11 November 1945

ini memiliki sepuluh 10 anak dan 25 cucu. Dia mengembuskan

napas terakhir di usianya yang menginjak ke-76 tahun. Wafat

saat menyampaikan doa penutup kultumnya usai salat duhur. Dalam ceramah terakhirnya, dia sempat mendoakan awak kapal

KRI Nanggala 402 yang tenggelam. Dalam dakwahnya, Haji

Ruddin mengingat pesan doa Nabi Yunus dikegelapan di dalam

laut. Pada makna doa itu ada tauhid, penyucian nalar, dan

taubat. “Ia juga membahas jika para korban kapal Nanggala itu

meninggal secara Syahid. Setelah selesai dan ditutup dengan

doa dan salawat. Kemudian ia tergeletak jatuh,” ujar Fidrik

Hafid, menantu almarhum saat ditemui di rumah duka, Sabtu,

26 April. Selama ini, menurut, Fidrik, mertuanya dalam keadaan sehat.

Tidak memiliki penyakit apapun. Aktivitasnya selama ini

hanya menyebarkan kebaikan lewat dakwah. “Tidak ada penyakit

apapun hanya penyakit kebanyakan diderita orang tua saja.

Selama Ramadan ia pasti menyempatkan memberikan kebaikan,”

jelasnya lagi. Namun, sebelum wafat, pagi itu dia juga meminta kepada

keluarga agar mengurus warisan. “Jangan sampai saya pendek

umur,” kata Fidrik menirukan percakapannya pagi itu. Tetapi,

dia tak menyangka, itu pesan mertuanya sebelum meninggal. Haji Ruddin merupakan pensiunan dosen di Fakultas Tarbiyah

dan Keguruan UIN Alauddin Makassar. Dia juga sempat mengajar

di Unismuh Makassar pada program pascasarjana. Namun, karena

umur dia pension. Sementara itu, anak kelima almarhum, Ilham Razak Ruddin,

mengatakan sebelum meninggal ia selalu diingatkan tentang

masjid yang ia bangun di daerah Moncongloe, Kabupaten Maros.

Masjid bernama Baitulmarhama dua lantai di Moncongloe.

Komentar

News Feed