by

Ustaz Ruddin Emang Wafat Saat Berceramah

“Keinginannya ia juga ingin membangun sebuah pesantren di

samping masjid tersebut, namun belum tercapai,” ucap Razak. Meskipun ia sudah tidak tinggal serumah dengan almarhum.

Namun, setiap saat ia selalu menyempatkan datang kerumahnya

ayahnya. Adapun keinginan ayahnya yang belum tercapai, Razak

mengatakan jika apa yang ingin ia wujudkan, insyallah akan

nanti diteruskan ke-10 anaknya. “Selain aktif berdakwa, ia juga senang menghabiskan waktu di

dalam masjid. Biasa saya perhatikan, saat salat subuh ia

berada di masjid. Pulang ke rumah terkadang jam sembilan,

lalu setelahnya kembali lagi ke masjid. Kalau bukan

berdakwah, mengaji, dan membaca kitab,” ungkapnya. Sebelum meninggal dunia juga, lebih dahulu istri

Haji Ruddin, Rahmiyati Razak (55) meninggal, tepatnya 44

hari lalu. Ini menjadi pilu bagi anak-anak almarhum. Saat

ini jasad almarhum masih berada di kediamannya dekat masjid

Baiturrahman. Rencananya dikebumikan setelah salat zuhur di

Pemakaman Baqi Gombara Sudiang, hari ini, Selasa, 27 April. Ketua Pembina Yayasan Baiturahman, Muhammad Anwar juga

mengenal Haji Ruddin. Kebiasaan almarhum selalu memberikan

pemahaman agama selama bulan suci Ramadan. Selama Ramadan ini, dia juga sudah khatam 30 jus Al-Qur’an,

ia bahkan menjadi imam salat hingga memberikan kultum

sebelum mengembuskan napas. Ketika Haji Ruddin, tergeletak tak berdaya. Para jemaah

berusaha membawa almarhum ke rumah sakit. Namun, apa daya

dalam perjalanan ia tak lagi dapat ditolong dan dokter sudah

menyatakan jika ia sudah meninggal dunia. “Selain imam besar masjid ia juga anggota pembina yayasan

Baiturahman yang senantiasa berdakwah, dan tak henti-

hentinya terus menyebarkan kebaikan,” ucap Anwar. Haji Ruddin sudah tinggal di dekat masjid itu, sejak

tahun 1972. Jemaah di masjid ini sangat mengenal baik

beliau. “Kami sangat merasakan kepergian beliau. Apalagi

peran beliau di masjid ini sangat kami rasakan,” ujarnya.

News Feed