by

Poros Literasi Wulandadari Yogya-Makassar

Seperti halnya panji Bugisan itu, saya namai poros literasi Yogya-Makassar itu dengan poros literasi wulandadari, sang penerang dalam gelap. Dari Wulandadari itu saya lantas mengingat Door duisternis tot licht yang merupakan karya masyhur Kartini.

Jika jalur rempah ada, jalur literasi pun ada. Pada poros wulandadari, saya mengabadikan ingatan pertemuan saya dengan (sahabat) Makassar yang selama ini konsens dengan literasi dan buku. Dari mereka yang melingkar di Kata Kerja, hingga hingga Paradigma Institute, Intuisi), Rumah Baca Philosopia, Cara Baca, dan Subaltern.***

PENULIS: Muhidin M. Dahlan, pendiri @radiobuku dan @warungarsip di Yogyakarta. Kerap menjadi mentor penulisan kreatif di Makassar

News Feed