oleh

Masih Pandemi, Salat Id di Masjid Al Markaz Hanya Tampung 7.500 Jemaah

FAJARKORAN.ID, MAKASSAR-Pandemi masih belum berlalu. Pelaksanaan salat Idulfitri di Masjid Al Markaz Al Islami pun tetap dilaksanakan. Akan tetapi, salat Idulfitrinya perketat protokol kesehatan. Jika kapasitas masjid capai 15 ribu, pengurus masjid membatasinya jemaah hanya 7.500 orang.

Sekertaris Umum Panitia Ramadan Masjid Al Markaz, Rahma menegaskan, mekanisme pelaksanaan Salat Id tetap mengikuti aturan pemerintah. Protokol kesehatan menjadi aturan utama bagi jemaah yang datang.

Dengan begitu, semua bagian badan masjid hingga koridor telah dipasangi penanda jaga jarak. Semua jemaah yang datang, harus menunaikan Salat Id dengan pola jaga jarak dan membawa sajadah masing-masing.

Kemudian, lanjut Rahma, kapasitas Masjid Al Markaz mampu menampung sekitar 15 ribu orang. Namun, karena adanya aturan jaga jarak, jemaah yang bisa ditampung nantinya hanya sekitar 7.500 orang. Dengan kata lain seperdua dari kapasitas masjid dalam kondisi normal.

“Yang pastinya kita harus mengikuti aturan pemerintah, aturan jaga jarak di masjid harus diterapkan,” ucap Rahma.

Selain jaga jarak, semua jemaah yang datang harus memakai masker. Memasuki badan masjid, syarat utamanya yakni menggunakan masker. Juga, pengecekan suhu tubuh akan diterapkan. Jemaah yang memiliki suhu tubuh di atas 37°C tak diizinkan untuk masuk.

Sementara itu, pengurus masjid telah menyiapkan orang yang siap membawakan Khutbah Idulfitri. Rektor Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Hamdan Juhannis siap membawakan khutbah Idulfitri.

Namun, pihak pengurus masjid belum bisa memastikan tema ceramah yang akan dibawakan.

“Temanya belum kami ketahui, naskahnya belum diterima,” imbuh Rahma, saat ditemui di Masjid Al Markaz Al Islami.

Kemudian, pengurus masjid belum bisa memastikan orang yang berperan sebagai Imam Salat Id. Namun, Hasan Basri Ahmad kemungkinan menjadi pilihan. (eno/ham)

Komentar

News Feed