oleh

Polres Enrekang Bentuk Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak hingga ke Desa

ENREKANG, FAJARKORAN.CO.ID – Kepala Kepolisian Resor Enrekang AKBP Dr. Andi Sinjaya kembali mengingatkan masyarakat agar jangan sampai menyakiti perempuan dan anak-anak. Hukumannya sangat berat.

Kapolres mengatakan masyarakat perlu memahami negara sangat melindungi perempuan dan anak-anak dari segala bentuk kejahatan maupun kekerasan. Masyarakat perlu memahami bagaimana kekerasan yang dimaksud karena masih banyak yang mengira kekerasan itu hanya berkaitan dengan fisik.

“Semua harus paham, kekerasan terhadap perempuan dan anak di bawah umur yang diatur dalam undang-undang tidak saja kekerasan fisik, tapi juga tindakan yang dapat menyebabkan trauma psikis, pelecehan seksual, penelantaran, kata-kata kasar. Semua itu tindakan kekerasan yang ada hukumannya dalam undang-undang,” kata Kapolres saat menjadi pembicara dalam acara Pembentukan Satgas Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak yang dipusatkan di SMA 10 Pasui, Kelurahan Pasui, Kecamatan Buntu Batu, Enrekang, Kamis (27/5/2021).

Kapolres mengatakan, Polres bersama Pemkab Enrekang tengah membentuk satuan tugas (Satgas) Perlindungan PA di kecamatan dan diharapkan bisa secepatnya terbentuk hingga desa-desa. Dengan begitu, seluruh kasus yang dilaporkan bisa segera ditindak sehingga dampaknya tidak meluas.

Turut hadir dalam sosialisasi ini Kepala Dinas P3A Enrekang, Burhanuddin, Ketua TP PKK Enrekang, Johra Muslimin Bando, Kasat Reskrim Polres Enrekang AKP Saharuddin, Kapolsek Baraka AKP Saparuddin, Camat Buntu Batu Nur Alam serta para kepala desa se Kecamatan Buntu Batu. (aha/aha)

News Feed