by

Ketua Rais Syuriah NU Sulsel Ceramah pada Halalbihalal FK Unhas

FAJARKORAN..CO.ID, MAKASSAR  — Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Hasanuddin (Unhas) menyelengarakan halalbihalal bertema “Bersilaturahmi Merajut Humanism”, dengan menghadirkan Ketua Rais Syuriah PWNU Sulsel baru terpilih, Prof. Dr. AGH Najamuddin Abd. Safa, LC., MA, sebagai pembawa hikmah halalbihalal.

Kegiatan berlangsung secara luring terbatas di Ruang Lt. 5, FK Unhas, Makassar dan terhubung secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, Sabtu (29/5).

Dekan FK Unhas Prof. dr. Budu, Sp.M(K), Ph.D., M.Med.Ed, menyampaikan kegiatan halalbihalal sudah terencana sejak lama, namun baru dapat terlaksana hari ini. Momentum halalbihalal merupakan ajang untuk saling memaafkan setelah sebulan penuh melaksanakan berbagai ibadah bulan suci Ramadan.

“Kami harapkan melalui halal bihalan ini dapat semakin menguatkan dan memupuk rasa persaudaraan diantara sesama manusia, khusunya bagi segenap unsur sivitas akademika Unhas dan FK,” kata Prof. Budu.

Kegiatan resmi dibuka Rektor Unhas Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA. Dalam sambutannya, Prof. Dwia menyampaikan pihak universitas sangat mendukung kegiatan seperti ini. Halalbihalal akan memberi dampak positif terhadap penguatan rasa persaudaraan sesama manusia.

Prof. Dwia juga mengucapkan terima kasih atas kinerja yang luar biasa dari FK Unhas dalam mendukung berbagai target capaian kinerja Unhas. Kontribusi FK merupakan wujud keharmonisan yang terjalin antara universitas, fakultas, dan alumni.

“Kedepannya, kami berharap FK dapat lebih berkontribusi mengembangkan Unhas melalui inovasi dan riset, baik dalam skala nasional maupun internasional. Semoga dengan halal bihalal ini, kita semua bisa kembali fitrah dan saling menyayangi dan mengasihi,” jelas Prof. Dwia.

Setelah sambutan, dilanjutkan dengan ceramah Prof. Najamuddin terkait hikmah halalbihalal. Pada penjelasannya, Prof. Naja menuturkan halalbihalal merupakan ungkapan yang datang dari masyarakat Indonesia.

Budaya ini sebenarnya tidak dicontohkan oleh Rasulullah dan terkadang sebagian orang beranggapan kegiatan tersebut termasuk bid’ah. Namun, dalam sebuah dalil menjelaskan seluruh yang baik menurut agama dan masyarakat maka lakukan, begitupun sebaliknya.

“Halal bihalal merupakan adat atau kebiasaan yang bagus dengan tujuan memperkuat ukhuwah melalui silaturahmi. Dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim juga menyebutkan siapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturahmi,” jelas Prof. Najamuddin. (rls/mukhlis/fajar)

News Feed