by

Fakultas Kehutanan Unhas Hadirkan Dosen dari Amerika Serikat dalam Kuliah Umum

FAJARKORAN.CO.ID, MAKASSAR  — Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Online Course: Environment, Development and Governance In Indonesia, Theories, Issue and Trends” yang mengusung tema “Multi-scalar Histories and Political Ecology: Researching Questions of Power, Labor and Land-based Resources in Indonesia”.

Kegiatan yang menghadirkan Prof. Dr. Nancy Lee Peluso (UC Barkeley, AS) berlangsung secara virtual melalui aplikasi zoom meeting dan terhubung secara langsung pada kanal youtube Fakultas Kehutanan Unhas, Senin (31/5/2021).

Mengawali kegiatan, Micah R. Fisher, salah satu editor Journal Forest and Society Fakultas Kehutanan Unhas, menyampaikan bahwa agenda tersebut merupakan forum diskusi untuk meningkatkan informasi serta pengetahuan para peserta dengan narasumber ahli di bidangnya.

Pada kesempatan tersebut, Nancy menjelaskan tentang “Learning to See Power Relations in Landscape : From Political Forest to Remittance Forest” yang secara umum menggambarkan mengenai hutan politik dan hutan remitansi.

Dalam salah satu materinya, Prof. Nancy menjelaskan istilah hutan politik pertama kali beliau gunakan untuk mendenaturalisasi hutan, menganggapnya kembali sebagai hutan politik entitas-ekologis yang dijelaskan dalam tiga waktu yakni kolonialisme, kemerdekaan pasca-kolonial dan perjuangan kontra-pemberontakan. Hal ini bermanfaat untuk menganalisis bagaimana negara-negara di Asia Tenggara menjadikan hutan sebagai alat kekuasaan teritorial.

“Hal ini mencakup ruang politik yang dibentuk dan dikontrol berdasar pada kekuasaan teritorial dengan satu jenis spesies yang juga berkaitan dengan hal adat. Hutan politik terbentuk dengan basis tempat, relasional dan multi skala,” jelas Prof. Nancy.

Prof. Nancy merupakan professor ilmu lingkungan, kebijakan dan manajemen yang memiliki minat penelitian pada kebijakan lingkungan, kehutanan, studi lingkungan, pengelolaan dan kebijakan sumber daya, pembangunan pedesaan, sosiologi lingkungan, geopolitik pengendalian sumber daya, ekologi politik.

Dirinya pernah melakukan penelitian tentang sejarah hutan politik di Asia Tenggara, menghubungkan geopolitik global, lembaga kehutanan profesional dan hukum sumber daya alam dengan produksi wilayah negara.

Setelah menyampaikan pandangannya, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab dari para peserta. (rls/mukhlis/fajar)

News Feed