by

Konsul Kedokteran Indonesia Visitasi Pembukaan Prodi Baru FK Unhas

FAJARKORAN.CO.ID, MAKASSAR  — Konsul Kedokteran Indonesia (KKI) menyelenggarakan visitasi online dalam rangka  pembukaan Program Studi Dokter Subspesialis Ilmu Penyakit Dalam, Departemen Penyakit Dalam pada Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Hasanuddin.

Kegiatan berlangsung di Ruang Pertemuan Ilmiah Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK Unhas, dan terhubung secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, Senin (7/6/2021).

Dekan Fakultas Kedokteran Unhas, Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M (K), M.Med.Ed., menyampaikan perubahan status program studi dokter subspesialis sudah lama diimpikan. Program ini sangat didukung oleh pimpinan universitas sejak tahun 2019, dan mulai dipersiapkan pada tahun 2020. Sekalipun masa pandemi, FK melaksanakan kegiatan program akademik dan non akademik, termasuk mempersiapkan pembukaan program studi ini.

Visitasi hari ini sebagai ujung dari proses yang telah dipersiapkan FK Unhas. Hal ini tidak terpelas dari hasil keputusan Ketua KKI beserta tim kerja. Prof. Budu memberikan apresiasi terhadap tim di departemen dan seluruh jajaran spesialis yang mendukung proses persiapan pembukaan prodi ini.

Mewakili pimpinan universitas, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Muh. Restu, MP, menyampaikan bahwa sejak tahun 2018 Unhas mulai membahas pembukaan prodi dokter subspesialis penyakit dalam. Hal ini sesuai arahan Rektor untuk turut serta mendukung upaya pemenuhan tenaga spesialis.

“Semoga hadirnya prodi subspesialis ini semakin memberi harapan untuk terus berusaha menyiapkan pembelajaran yang dapat menjamin kualitas. Juga memiliki manfaat untuk menyiapkan SDM di bidang kedokteran, khususnya penyakit dalam. Ini akan mendorong Unhas untuk memberikan pelayanan serta kontribusi pengetahuan melalui pendidikan,” jelas Prof. Restu

Ketua KKI, dr. Putu Moda Arsana, Sp.PD-KEMD., FINASIM menjelaskan pembukan prodi subspesialis di FK Unhas berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2013 tentang pendidikan kedokteran harus berbasis universitas. Perpindahan ini tentunya akan membawa dampak positif dan negatif.

Sebagai kebutuhan masyarakat terhadap layanan subspesialis, KKI fokus untuk mempercepat mendirikan subspesialis perpindahan dari pendidikan berbasis kolegium menjadi pendidikan berbasis universitas. Maka diperlukan penyesuaian standar pendidikan, yakni kuantitas memenuhi tempat layanan kesehatan, kualitas dari tenaga kesehatan, dan pembentukan standar kompetensi. (rls/mukhlis/fajar)

News Feed