by

NYANYIAN ORANG DEKAT NA…

     Oleh

YOPI HAYA

(Pemerhati Korupsi)

TULISAN ini bukan tentang kabar soal pernyataan Menteri Kordinator Polotik,  Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, bahwa Korupsi saat ini lebih Parah dari Era Orde Baru.

Bukan juga tentang kabar Penonaktifan 75 Pegawai KPK akibat tidak lulus Tes Wawasan Kebanggsaan (TWK) dalam rangka alih status menjadi ASN.

Tapi ini tentang “nyanyian” atau kesaksian Salman Natsir dan Syamsul Bahri, keduanya eks Ajudan Gubernur non-aktif Pemprov Sulsel NA serta Sari Pujiastuti, mantan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sulsel yang mengakui adanya penerimaan uang miliaran oleh NA dari beberapa kontraktor.

Kesaksian itu, diberikan di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar yang mengadili perkara Agung Sucipto selaku pihak yang diduga memberikan suap kepada NA, terkait pengurusan proyek Infrastruktur di Sulawesi Selatan.

Pengakuan saksi-saksi tersebut di atas, cukup mengejutkan penulis karena kesaksian itu diberikan oleh orang yang sangat dekat dengan NA.

Selain itu, saksi juga menerangkan bahwa Agung Sucipto dan beberapa kontraktor lain juga disebut menyerahkan uang kepada NA, baik yang dikemas  menggunakan Kardus, Koper, dan amplop ke rumah NA.

Penulis menilai, keterangan saksi-saksi itu, sebagian tak ada kaitan langsung dengan pokok perkara yang mendudukkan Agung Sucipto sebagai terdakwa dalam perkara Suap tersebut.

Suap mana merupakan kasus OTT oleh KPK pada Pebruari lalu, dengan barang bukti yang disita KPK sebesar  2,2 Miliar, akan tetapi karena NA disangka oleh KPK melakukan perbuatan tindak pidana korupsi,  bukan hanya Suap melainkan juga Gratifikasi dengan barang bukti uang yang disita KPK di rumah kediaman NA di Perumahan Dosen Unhas Tamalanrea sebesar 3.2 Miliar, maka keterangan saksi-saksi ini nantinya akan digunakan oleh jaksa KPK untuk memperkuat dakwaan dan sekaligus membuktikan adanya Tindak Pidana korupsi Gratifikasi yang dilakukan NA, apabila di kemudian hari perkara NA yang masih berada pada tahap penyidikan KPK dilimpahkan oleh Jaksa Penuntut Umum KPK kepada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar.

News Feed