by

Unhas Gelar GUMSB Virtual Bahas Tanda Cinta Allah dan Tanah Air

FAJARKORAN.CO.ID, MAKASSAR  — Universitas Hasanuddin kembali menyelenggarakan Gerakan Unhas Mengaji dan Salat Berjemaah (GUMSB). Untuk kali ini, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) bertindak sebagai host. Kegiatan yang menjadi agenda rutin Unhas setiap pekan ini berlangsung secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, Selasa (8/6).

Mengawali kegiatan, Dekan Fisip Unhas Prof. Dr. Armin, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa GUMSB hadir sebagai salah satu sarana peningkatan kualitas iman dan taqwa, sekaligus etika serta moral sivitas akademika Unhas. Menurutnya, GUMSB merupakan terobosan pimpinan Unhas yang sangat baik karena memiliki banyak manfaat.

“Melalui gerakan seperti ini, lebih memperluas pemahaman dan wawasan kita tentang Al-Qur’an sebagai petunjuk keselamatan. Jika ingin selamat dunia dan akhirat maka kita perlu mengkaji Al-Quran. Kesempatan ini pula saya ingin mengucapkan terima kasih atas kesedian narasumber tausiah hari ini yang akan memberikan ilmunya kepada kita,” jelas Prof. Armin.

Kegiatan resmi dibuka Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unhas, Prof. Dr. drg. A. Arsunan Arsin, M.Kes. “GUMSB merupakan kegiatan yang menyeimbangkan ilmu dan agama. Sejak empat tahun lalu, GUMSB hadir dengan tujuan agar warga kampus tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga cerdas secara spiritual,” terangnya.

Hadir sebagai narasumber untuk mengisi sesi ceramah Islamiah yakni Prof. Dr. H. Andi Syamsul Bahri Galigo, Lc., MA., yang menyampaikan terkait “Mengamalkan Islam Tanda Cinta Allah dan Cinta Tanah Air”. Sebelum menyampaikan pandanganya, beliau mengatakan GUMSB Unhas merupakan program yang sangat baik dan bernilai ibadah.

Prof. Syamsul menyampaikan makna Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 31 yang mengatakan bahwa “Katakanlah (Muhammad), jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Beliau mengatakan, pengikut rasulullah akan memperoleh cinta dan pengampunan dari Allah, karena setiap perbuatannya sesuai dengan petunjuk Quran.

“Ayat ini menjadi pedoman bagi kita untuk mendapatkan jalan ridho Allah Swt. Jika kita mendapatkan cinta Allah, maka kita akan selalu berada dalam  perlindungan dan pertolongan dari-Nya,” jelas Prof. Syamsul.

News Feed