by

KKP Mulai Susun Perencanaan Kawasan Strategis Nasional di Parepare

“Nilai strategis Parepare sebagai kawasan pengembangan ekonomi ialah posisinya yang strategis. Parepare menjadi salah satu penghubung kegiatan ekonomi dari Indonesia bagian Timur ke bagian Barat. Selain itu, kawasan Parepare dan sekitarnya mendukung kebutuhan ruang untuk implementasi kebijakan nasional seperti KEK (Kawasan Ekonomi Khusus), MP3EI (Master Plan Percepatan dan Perluasan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia), dan SISLOGNAS (Sistem Logistik Nasional),” terang Andi Yurnita.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari Ir. Hardi Harris, MM. selaku Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, terkait aspek perikanan dan kelautan terhadap rencana pengembangan KSN Parepare.

“Program prioritas sektor KP meliputi pengembangan mina eduwisata dengan mendukung kebijakan prioritas multi stakeholder, inovasi teknologi budidaya udang windu, restrukturisasi armada perikanan dan alat tangkap modern, pengembangan pelabuhan perikanan, pengembangan altenatif usaha masyarakat pesisir, dan pengembangan kampung pembudidaya,” papar Hardi Harris.

Subkoordinator Kawasan Strategis Nasional Ditjen PRL, Dr. Abdi Tunggal Priyanto, S.Si, M.T.,M.Sc, menambahkan bahwa diperlukan integrasi antara struktur ruang laut dengan struktur ruang darat yang akan dimasukan dalam RTR KSN untuk mewujudkan mewujudkan KSN Parepare sebagai engine growth berbasis kelautan.

”Tantangan utama dalam melaksanakan kegiatan strategis nasional ini ialah sinkronisasi kebijakan antara pusat dan provinsi atau kabupaten, integrasi perencanaan darat dan laut, serta dukungan program. Permasalahan yang banyak terjadi di lapangan saat ini yang terkait dengan pelabuhan laut dan perikanan adalah database inventory ikan yang masih simpang siur dan belum sepenuhnya diperoleh,” beber Abdi.

Kegiatan ditutup dengan overview hasil kunjungan lapangan dan kegiatan bernilai penting strategis nasional oleh Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc, Dekan Pascasarjana Universitas Hasanuddin.

Menurut Jamaluddin, Parepare memiliki potensi dalam pengembangan lokasi perdagangan internasional, pendukung pengembangan ibu kota baru Indonesia, pengembangan budidaya laut, serta pengembangan industri pengolahan dan bioteknologi.

“Oleh karena itu, perencanaan perlu dilakukan dengan baik mengacu pada permasalahan pengembangan yang muncul seperti degradasi kualitas lingkungan khususnya di Teluk Parepare (sedimentasi dan pencemaran lingkungan), potensi bencana alam, penyerataan kapasitas SDM, serta infrastruktur perdagangan dan jasa yang masih minim,” pungkas Jamaluddin. (rls/mukhlis/fajar)

News Feed