by

Andi Amran Sulaiman Menginspirasi Pengurus PWI Sulsel

FAJARKORAN.CO.ID, MAKASSAR  — Mantan Menteri Pertanian (Mentan) era Kabinet Kerja atau Kabinet Priode Pertama Presiden RI Joko Widodo, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MT, menginspirasi segenap pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Konfrensi Rapat Kerja (Raker) PWI Sulsel, di Gedung PWI Sulsel Jl A.P. Pettarani, Sabtu (12/6/2021). 

Owner Tiran Grup yang akrab disapa AAS selaras dengan nama Gedung Kantor Pusat PT Tiran Grup, AAS Building ini, meski kedatangannya sebatas memenuhi undangan panitia, tetapi didapuk untuk berbicara oleh Steering Committee (SC), Faisal Syam, akhirnya tampil dengan ciri khasnya berbicara dengan nada meledak-ledak dan kadang membanyol.

Menurut AAS, jika ingin sukses, maka harus berani berpindah atau hijrah dari sikap-sikap terkesan negatif ke arah positif. Paling tidak, katanya, berani dengan penuh keyakinan yang mantap untuk keluar dari zona nyaman menuju suatu kerja keras.

“Ada tiga tingkatan keyakinan, yakni ilmal yaqin, ainul yaqin, dan hakkul yaqin. Ilmal yaqin hanya sebatas pada mempelajari ilmu. Sementara ainul yaqin ada action tapi sebatas praktik saja, dan target pencapaian pun belum pasti. Sedangan hakkul yaqin, ini adalah keyakinan yang paling tinggi, dan apa yang diharapan di luar dari espektasi,” terang Andi Amran Sulaiman, yang darahnya masih mengalir dari turunan Raja/Mangkau Bone Ke-16 yang fenomenal, La Patau Matanna Tikka.

Amran kemudian menceritakan awal mulanya merintis Tiran Grup, dari modal awal Rp500.000, dan 13 tahun kemudian, perusahaan ini memiliki omzet sekira Rp10 trilyun. “Secara logika, tidak pernah akan terbayangkan seperti itu. Tapi, itulah kenyataan yang ada. Ini mungkin karena ridha atau berkah dari Allah Swt,” ungkapnya.

Kesempatan ini, putra ketiga dari pasangan Puang B. Sulaiman dengan Andi Nurhadi ini, mengakui kesuksesannya ini tidak terlepas dari peran wartawan. “Saya masih ingat dan sampai sekarang saya masih klipping berita yang dibuat oleh teman sekaligus guru saya, Pak Faisal Syam. Waktu itu, dia datang ke pondokan saya mewancarai soal penemuan saya tentang empos tikus TIRAN, yang menyebutnya Tikus dibunuh Amran,” paparnya.

News Feed