by

Andi Amran Sulaiman Menginspirasi Pengurus PWI Sulsel

Tak lupa pula menceritakan masa pahitnya, ketika masih mahasiswa dan tinggal di pondokan. “Pernah suatu hari, kiriman dari orang tua di kampung belum datang, sementara kita mau makan tidak ada lauk pauk. Itu teman saya Mukhlis Amans Hady, kebetulan punya telur bebek sebutir. Mana mungkin telur sebutir bisa cukup untuk 5 orang. Tapi, rupanya Mukhlis yang menggoreng dadar telur tersebut, bukannya telur dicampur garam, tapi garam dicampur telur. Hasilnya, sebutir telur tersebut tak habis dimakan 5 orang, karena yang dimakan bukannya telur tapi garam,” jelasnya disambut tertawa dan aplaus peserta konferensi.

Hal lain yang menginspirasi disampaikan Amran, yang saat ini menjadi perbincangan pusat kalau dirinya digadang-gadang menjadi Wapres atau Presiden RI, dalam berusaha atau bekerja, bukan saja doa menjadi pendukung utama, tetapi lebih dari itu, butuh ketekunan, kegigihan, dan yang terpenting keikhlasan dan kejujuran.

Soal kejujuran ini, tidak diragukan lagi, ketika masih bekerja sebagai karyawan di salah satu BUMN, secara diam-diam membocorkan kecurangan bos-nya kepada wartawan, hingga bosnya tersebut dijebloskan ke penjara. Begitu juga ketika menjabat Menteri Pertanian, tidak kurang dari 400-an mafia dipenjarakan, termasuk bawahannya dipecatnya jika melakukan kecurangan.

Yang menarik pada tampilnya Amran pada konfrensi Raker PWI Sulsel ini, karena Faisal Syam yang dianggapnya sebagai guru, menyentilnya tentang berkeringatnya Amran lantaran AC gedung tidak berpungsi. Sehingga, Amran secara sepontan merogoh koceknya untuk membeli AC sebesar Rp30 juta, plus bantuan untuk baju seragam Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) sebesar Rp20 juta, fasilitas rumah ibadah Rp15 juta, serta untuk pelaksanaan acara Rp5 juta, jadi total sumbangan Amran sebanyak Rp70 juta. (mukhlis amans hady)

News Feed