by

Awaluddin Tjalla Dikukuhkan Jadi Guru Besar di UNJ

Guru BK Berperan Penguatan Karakter

FAJARKORAN.CO.ID, JAKARTA– Pendidikan menjadi tulang punggung pembentukan karakter bangsa. Guru bimbingan dan konseling (BK) punya peran besar memperkuat karakter peserta didik.

Ini menjadi tema sentral orasi ilmiah yang disampaikan Prof Awaluddin Tjalla saat dikukuhkan menjadi Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Pendidikan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Pengukuhan digelar di Aula Latief Hendraningrat Gedung Dewi Sartika, UNJ, Selasa, 15 Juni.

Waketum BPP Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) ini membawakan orasi ilmiah bertajuk Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Penguatan Karakter Peserta Didik Menghadapi Abad 21. Menurutnya, pendidikan merupakan tulang punggung strategi pembentukan karakter bangsa. Strategi pembangunan karakter bangsa melalui pendidikan dapat dilakukan dengan pendidikan, pembelajaran dan fasilitasi.

“Satuan pendidikan menjadi sarana strategis bagi pembentukan karakter bangsa karena memiliki struktur, sistem dan perangkat yang tersebar di seluruh tanah air Satuan pendidikan merupakan wahana pembinaan dan pengembangan karakter yang bisa dilakukan dengan sejumlah pendekatan khusus,” bebernya.

Mantan Kepala Pusat Perbukuan dan Kurikulum Kemendikbud ini menuturkan pembangunan karakter melalui satuan pendidikan dilakukan mulai dari pendidikan usia dini sampai dengan pendidikan tinggi. Kata dia, salah satu kunci keberhasilan program pengembangan karakter pada satuan pendidikan adalah keteladanan dari para pendidik dan tenaga kependidikan.

“Keteladanan bukan sekadar sebagai contoh bagi peserta didik/konseli, melainkan juga sebagai penguat moral bagi peserta didik dalam bersikap dan berperilaku,” beber sosok kelahiran Sungguminasa, Gowa, 12 November 1961 silam ini.

Sehingga kata dia, penerapan keteladanan di lingkungan satuan pendidikan menjadi prasyarat dalam pengembangan karakter peserta didik/konseli. Perencanaan dan pelaksanaan pendidikan karakter bangsa dilakukan oleh kepala sekolah, guru, konselor secara bersama-sama sebagai suatu komunitas pendidik dan diterapkan ke dalam kurikulum. Pendidik dan satuan pendidikan perlu mengintegrasikan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan karakter dalam kurikulum, silabus yang sudah ada.

“Prinsip pelayanan yang digunakan dalam pengembangan pendidikan karakter mengusahakan agar pesera didik/konseli mengenal dan menerima nilai-nilai karakter sebagai milik peserta didik/konseli dan bertanggungjawab atas keputusan yang diambilnya. Melalui tahapan mengenal pilihan, menilai pilihan menentukan pendirian, dan selanjutnya menjadikan suatu nilai sesuai dengan keyakinan diri,” tandasnya.

News Feed