by

Film “Tarung Sarung” 2021: Ketika Siri’ di Layar Kaca Tak Lagi Soal Darah dan Air Mata

FAJAR.KORAN.ID-Film “Tarung Sarung”boleh dikata mencoba menampilkan lain sosok orang Bugis-Makassar di layar sinema. Jika film–film tentang Makassar terdahulu akrab dengan hunusan badik dan pertumpahan darah hingga deraian air mata, film terbaru Indonesia di awal tahun 2021 ini justru menampilkan bagaimana cara laki–laki Bugis Makassar menghadapi dan menyelesaikan konflik serta membela siri’ (harga diri)-nya secara gentle. Bertarung dalam sarung sarat akan makna resolusi konflik, sekaligus menunjukkan kedewasaan dalam menyelesaikan masalah.

Cerita persaingan cinta, aktivisme lingkungan, dan pertarungan dalam sarung lelaki Bugis Makassar membuat alur cerita dan konflik di dalam film ini kompleks. Ada tokoh Sanrego, juara Tarung Sarung yang ingin menikahi si gadis cantik sekaligus aktivis lingkungan hidup penolak reklamasi pantai, Tenri. Adapula Deni Ruso anak tunggal dari orang kaya Jakarta pemilik Perusahaan Ruso Corp. yang hendak mereklamasi pantai, berketurunan Bugis, juga jatuh cinta pada Tenri, Ana’dara desa itu.

Kisah cinta dan aktivisme lingkungan hidup

Dina Ruso, Ibu Deni, melalui perusahaannya bermaksud mereklamasi salah satu pantai di kampungnya di Sulawesi Selatan. Setting tempatnya di Selayar. Akan tetapi, rencana itu ditolak oleh warga, khususnya oleh Tenri, seorang perempuan cantik, aktivis lingkungan hidup di kampung tersebut.

Setiap hari Tenri berjalan di sepanjang pantai untuk membersihkan sampah yang mengotori pantai. Selain itu, ia juga melakukan kampanye penyelamatan pantai dengan menggantung tulisan imbauan menjaga lingkungan di bagian depan dan belakang badannya selama berjalan membersihkan pantai.

Di momen membersihkan pantai inilah Deni melihat Tenri lalu jatuh cinta padanya. Keesokan harinya, terjadi aksi tolak reklamasi di kantor milik perusahaan keluarga Deni, Ruso Corp. Dan, ketika Deni melihat Tenri, ia langsung cari perhatian dengan memukuli satpam yang menghadang para demonstran. Deni juga mengaku sebagai aktivis lingkungan dari Jakarta yang juga berjuang untuk menolak reklamasi pantai di kampung itu. Cinta membuatnya balik badan melawan upaya perusahaan keluarganya sendiri.

Peran perempuan sebagai penentu alur cerita

News Feed