by

Serangan Jantung ketika Berolahraga

FAJARKORAN.CO.ID, MAKASSAR –- Belakangan ini, sering terjadi seseorang tiba-tiba meninggal saat berolahraga. Masyarakat pun langsung memvonis kalau itu serangan jantung. Menjadi pertanyaan apakah benar olahraga bisa menyebabkan serangan jantung?

Mengupas hal ini, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Makassar, dr. Darwin Maulana, Sp.JP, yang dikonfirmasi, Kamis (17/6/2021) mengungkapkan, olah raga merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang teratur yang memiliki tujuan untuk mengembangkan potensi jasmani dan rohani dan secara tidak langsung dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan tubuh manusia.

Menurut dr. Darwin Maulana, intensitas olahraga dapat beragam dan harus disesuaikan dengan kondisi setiap manusia seperti usia, status kesehatan, ataupun kebugaran organ-organ tubuh; salah satunya organ tubuh yang berkaitan dengan kesehatan jantung.

“Saat seseorang melakukan olahraga dengan intensitas yang melebihi kemampuan jantung, terlebih belum diketahuinya kondisi kesehatan jantung saat melakukan olahraga, maka hal tersebut dapat membebani kerja jantung sehingga dalam kondisi tertentu dapat menyebabkan gangguan pada jantung,” ujar dr. Darwin Maulana.

Lebih jauh dipaparkandr. Darwin Maulana, pemilihan intensitas olahraga menjadi sangat penting saat kondisi seseorang yang telah memiliki riwayat penyakit jantung koroner ataupun risikonya seperti hipertensi, kolesterol tinggi, penyakit diabetes, perokok, atau memiliki keturunan penyakit jantung pada keluarga.

“Terlebih jika telah terdapat gejala-gejala penyakit jantung koroner seperti nyeri dada saat beraktivitas, cepat lelah, sesak nafas jika berjalan jauh atau menaiki tangga, berdebar, dan lain sebagainya,” ungkap dr. Darwin. 

Disebutkan dr. Darwin, olahraga dapat meningkatkan permintaan darah dan oksigen ke dalam otot jantung. Pada pasien dengan penyakit jantung koroner, terdapat sumbatan aliran darah koroner yang dapat menurunkan supply darah ke dalam otot jantung.

“Di sini yang pada akhirnya terjadi missmatch antara supply and demand yang berujung perburukan kondisi otot jantung. Terlebih jika terjadi penyumbatan koroner yang tiba-tiba (rupture plaq) saat berolahraga sehingga menyebabkan serangan jantung,” terang dr. Darwin Maulana, Sp.JP.

dr. Darwin Maulana mengakui, pembentukan penggumpalan darah yang menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah koroner dapat terjadi secara tiba-tiba. Hal ini dikarenakan akibat adanya faktor-faktor risiko seperti hipertensi, kolesterol, diabetes melitus, atau radikal bebas akibat merokok yang jika kadarnya tidak terkontrol, ditambah lagi beban jantung yang meningkat akibat aktivitas fisik dan psikis yang berlebih, dapat memicu robeknya kapsul plak kolesterol (ruptur plaque) pada pembuluh darah koroner yang mengakibatkan terjadinya pembentukan gumpalan darah yang menjadi penyebab serangan jantung.

News Feed