oleh

Edukasi Kesehatan Reproduksi Mulai dari Ibu

FAJARKORAN.CO.ID, MAKASSAR –- Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI), genap berusia ke-29. Memperingatinya dengan melakukan Talkshow terkait Kesehatan Awam. 

Sekaligus sebagai rangkaian Milad kampus UMI ke-67 tahun. Kali ini menyasar kalangan perempuan, diedukasi mengenai kesehatan reproduksi, di RSIA ST Khadijah 1 Makassar, Kamis, 17 Juni.

Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran UMI, dr. Nasruddin A. Mappaware mengatakan talkshow ini sebenarnya lebih menyasar mahasiswa kedokteran. “Mereka sekaligus diajak kuliah umum, mendapat ilmu terkait masalah reproduksi,” ucapnya.

Namun tujuan utamanya, sebut dr. Nasruddin, memberikan edukasi bagi perempuan khususunya ibu. Alasannya, ibu merupakan guru pertama di rumah, juga tempat bertanya anak putri.

“Kami gandenglah ibu-ibu membahas isu kesehatan reproduksi. Utamanya masalah haid, dan banyak uneg-uneg keluar dari masalah haid tak lancar hingga manopouse,” ungkap Nasruddin.

Nasruddin membahas, ketika seseorang terlalu gemuk, bisa ada gangguan keseimbangan hormon. Ini yang sangat mempengaruhi haid sehingga tak lancar. “Haid bisa menjadi gambaran umum tentang kesehatan  reproduksi wanita. Maka jangan anggap enteng, kami sarankan segera cari pertolongan ke dokter kalau sudah ada yang mulai aneh,” jelasnya.

Sementara itu, dokter di RSIA ST Khadijah, dr Nurfatimah S Ismail mengatakan, salah satu masalah yang kerap dikeluhkan ketika haid yaitu nyeri.  Ada beberapa bahan herbal sejak dulu yang diyakini bisa mereda nyeri yaitu kunyit dan gula merah. “Ini bisa direbus dan diminum seperti jamu. Tidak dapat dipungkiri Nenek moyang kita dulu sudah lakukan ini,” ungkapnya.

Mewakili suara ibu-ibu, Ketua Majelis Taklim Ukhuwah UMI, Amira K. mengatakan, masalah haid bisa dikatan keluhan sejuta umat. 

Makanya ketika UMI menggelar talkshow kesehatan awam, Amirah Mengaku langsung mengerahkan ibu-ibu majelis taklim untuk ikut. “Lewat ini, kami bisa sampaikan pada anak-anak kita bahwa keluhan haidnya tidak bisa disembunyi dan dianggap enteng. Apalagi ketika siklusnya sudah tidak teratur,” jelasnya. (wis/mukhlis/fajar)

Komentar

News Feed