by

MG Motor Indonesia Siap Kuasai Pasar Otomotif

Menanggapi hal ini, pengamat ekonomi Universitas Hasanuddin, Anwar Iswanto Anas menilai, ada plus minus atas hadirnya MG Motor Indonesia. Hal ini bisa jadi pilihan baru bagi masyarakat, tetapi menjadi ancaman bagi brand otomotif lama.

“Dalam kondisi sekarang, sekalipun masyarakat kita ini konsumtif, saya kira terlalu berisiko kalau menetapkan target penjualan tinggi. Yang paling aman ya realistis saja, pelan-pelan,” ungkap Anwar.

Jika MG langsung tancap gas sejak awal ditengah kondisi pandemi, dampaknya bisa fatal. Kolaps dan berhenti di tengah jalan terus menghantui. Terlebih lagi, brand-brand otomotif lama sudah stabil dan punya segmen pasar sendiri.

“Memang jadi ancaman penjualan untuk pemain lama. Tapi terlalu cepat habiskan tenaga, mereka bisa berhenti di tengah jalan. Apalagi kan pemain lama ini sudah punya loyalis sendiri,” jelasnya.

Dengan begitu, kata Anwar, untuk tetap menjaga stabilitas penjualan dan mencuri pasar, mereka garus bersaing dari sisi harga dan pelayanan. Sebab, dua hal itu yang paling memungkinkan untuk dilajukan saat ini.

“Kalangan menegah ke atas ini kan masih ngempet juga untuk keluarkan uang. Makanya kalau mau stabil, mereka harus main di harga dan pelayanan yangbsuper prima. Harus kerja keras dan bertaruh,” tegasnya. (wid/mukhlis/fajar)

News Feed