by

Takalar dan DJP Tekan Kerja Sama untuk Dana Desa dan UMKM

KORAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR— Pemerintah Kabupaten Takalar melakukan Penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sulsel, Senin (21/6/2021). Penandatanganan MoU tersebut dalam rangka peningkatan kualitas pengelolaan keuangan pemerintah pusat dan daerah, terutama untuk penyaluran dana desa serta UMKM.

“Ini mendorong perekonomian daerah dan kami sadari itu, apa lagi di masa pandemi di mana kita harus melakukan pemulihan ekonomi nasional,” kata Bupati Takalar, H. Syamsari mencuatkan harapannya.

Bupati juga mengakui hasil penilaian BPK, Kabupaten Takalar belum bisa mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk tahun 2020. “Kita harus berbesar hati, meskipun Kabupaten Takalar belum bisa meraih opini WTP, karena masih ada perlu pembenahan secara internal. Tapi kerja sama ini semoga bisa membantu keuangan kita berkinerja lebih baik lagi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil DJPb Sulsel, Syaiful mengatakan penandatanganan MoU tersebut bagian dari koordinasi dan pendampingan dengan Pemkab Takalar dengan memperhatikan prinsip-prinsip kesetaraan dan kemanfaatan bersama dalam pengelolaan keuangan. Peran strategis Dana Transfer dan Dana Desa untuk meningkatkan ruang fiskal dalam rangka pembangunan daerah.

Oleh karena itu, Pemkab Takalar perlu menyiapkan strategi terbaik untuk memastikan penyaluran Dana Transfer dan Dana Desa dapat diselesaikan lebih cepat dari target waktu yang ditetapkan.

Ia merinci beberapa progres capaian pelaksanaan anggaran sampai dengan 21 Juni 2021. Penyaluran Dana Transfer dan Dana Desa di Kabupaten Takalar telah mencapai Rp399,86 miliar atau 46,17% dari pagu Rp865,78 miliar.

Realisasi tersebut terdiri dari Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp8,87 miliar atau 59% dari pagu Rp15,03 miliar, Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp285,58 miliar atau 50,55% dari pagu Rp564,93 miliar, DAK Non Fisik sebesar Rp64,86 miliar atau 52,52% dari pagu Rp123,48 miliar.

DAK fisik sebesar Rp5,51 miliar atau 7,08% dari pagu sebesar Rp77,84 miliar. Dana Desa sendiri telah realisasi sebesar Rp34,88 miliar atau 41,28% dari pagu Rp84,49 miliar.

Ia menegaskan, Pemkab Takalar harus meningkatkan pengelolaan keuangan yang berkualitas, mengingat capaian opini LKPD Pemkab Takalar yang sampai dengan saat ini belum mencapai opini WTP.

News Feed